WAHANANEWS.CO, Jakarta - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DKI Jakarta melakukan pendataan terhadap sekitar 700 calon anggota tim Pelatihan Daerah (Pelatda) pada Kamis, 9 April 2026.
Kegiatan ini bertujuan mengevaluasi capaian prestasi serta kondisi kesehatan atlet sebagai dasar pembinaan menuju atlet unggulan.
Baca Juga:
Italia Terpuruk, Del Piero Desak Reformasi Besar dalam Sistem Sepak Bola
Proses pendataan digelar di Lantai 4 Gedung KONI yang berlokasi di Jalan Tanah Abang I, Jakarta Pusat.
Kegiatan tersebut melibatkan pelatih, asisten pelatih, hingga atlet dari berbagai cabang olahraga.
Seluruh data yang dihimpun nantinya akan dikaji secara komprehensif oleh KONI DKI Jakarta.
Baca Juga:
Tiga Anak Wartawan Sumbang Emas dan Perak untuk KKI Inalum
Hasil analisis tersebut akan menjadi acuan bagi Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) serta pengembangan berbasis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK).
Ketua Umum KONI DKI Jakarta, Prof. Dr. Hidayat Humaid, M.Pd., menegaskan pentingnya pendataan ini.
Ia menyebut pendataan bertujuan menelusuri rekam jejak seluruh atlet menuju PON 2028 di NTT dan NTB.
Prof. HH, sapaan akrab Hidayat Humaid, mengingatkan seluruh unsur tim untuk tetap menjaga komitmen dalam mengharumkan nama Jakarta.
Hal tersebut penting guna meningkatkan daya saing, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Ia juga mengaku Jakarta mendapat tugas berat dari Gubernur Pramono Anung dan DPRD di PON NTT dan NTB. "
Target kita juara umum, insya Allah dengan kekompakan tim, cita-cita menjadi juara umum bisa terwujud," ujarnya.
Guru besar bidang olahraga dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini menambahkan bahwa kolaborasi dengan berbagai pihak terus dilakukan.
"Karena untuk mewujudkan prestasi itu harus didukung semua pihak dan bukan hanya KONI," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum I KONI DKI Jakarta, Fatchul Anas, memaparkan jadwal pelaksanaan kegiatan.
Pendataan berlangsung selama empat hari, mulai Selasa hingga Jumat (7–10 April 2026), dengan dua sesi setiap harinya.
"Untuk sesi pertama pukul 10.00 WIB dan sesi kedua pukul 13.00 WIB. Setelah pendataan, maka dilakukan verifikasi, selanjutnya dilakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS)," ujar Anas.
Anas menilai bahwa kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mempersiapkan diri menuju PON mendatang.
Evaluasi dan analisis akan terus dilakukan secara berkelanjutan demi menghasilkan atlet-atlet berkualitas.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]