Selain aspek teknis penyelenggaraan, Kemenpora juga menaruh perhatian pada peta persaingan yang diperkirakan akan semakin kompetitif.
Sebagai tuan rumah, Malaysia diprediksi akan tampil dengan kepercayaan diri tinggi dan berambisi merebut gelar juara umum.
Baca Juga:
Erick Thohir Apresiasi Bali 7s 2026, Turnamen Usia Muda Bertaraf Internasional
Di sisi lain, Indonesia juga harus bersaing dengan kekuatan tradisional Asia Tenggara seperti Thailand dan Vietnam yang dipastikan membidik posisi papan atas.
“Artinya kita harus kembali mulai mempersiapkan dengan benar. Berarti persaingan kita nanti dengan Thailand dan Vietnam, yang tentu ingin menempati nomor dua dan tiga. Nah, kita tentu berkompetisi yang sama di posisi itu,” jelas Menpora Erick.
Presiden NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari menambahkan bahwa komunikasi informal juga telah dilakukan dengan Presiden NOC Malaysia guna menyamakan visi terkait penyelenggaraan SEA Games.
Baca Juga:
Perempuan dan Anak Muda Dominasi Penyegaran Jabatan Kemenpora di Era Erick Thohir
Ia menekankan pentingnya menjadikan SEA Games sebagai batu loncatan menuju ajang olahraga yang lebih besar di tingkat Asia dan dunia.
“Nah spiritnya sejauh ini sudah sama, bagaimana memaksimalkan fungsi SEA Games supaya lebih banyak nomor olimpiade dan kalau bisa bahkan lisensi supaya bisa mendapatkan tiket ke Olimpiade 2028,” sebut Presiden NOC.
Sementara itu, Duta Besar RI untuk Malaysia Raden Dato' Mohammad Iman Hascarya Kusumo menyatakan komitmen penuh KBRI Kuala Lumpur dalam mendukung seluruh kebutuhan kontingen Indonesia.