Calon delegasi juga harus bersedia mengikuti seluruh tahapan seleksi hingga pelaksanaan program pada September 2026.
Persyaratan lainnya adalah belum pernah mengikuti program kepemudaan internasional yang diselenggarakan maupun difasilitasi oleh Kemenpora RI.
Baca Juga:
Menuju Satu Abad Sumpah Pemuda, Kemenpora Hadirkan Indonesia Youth Summit 2026 di Jakarta
Kemampuan bahasa Inggris menjadi salah satu syarat utama yang harus dibuktikan melalui sertifikat resmi yang masih berlaku. Nilai minimal yang dipersyaratkan meliputi TOEFL ITP 500, TOEFL iBT 61, atau IELTS 6.0.
Selain persyaratan administrasi, peserta juga diharapkan memiliki atau mengelola program maupun usaha yang menerapkan model bisnis atau model keberlanjutan dengan hasil yang terukur dan operasional yang berkelanjutan.
Program atau usaha tersebut harus relevan dengan salah satu bidang yang menjadi fokus kegiatan, yakni Green Production and Low Carbon Technologies, Artificial Intelligence, Culture and Tourism Integration, atau Media Innovation.
Baca Juga:
Gandeng Kemenpora dan FIBA Indonesia, DPP PERBASI Perkuat Kompetensi Pelatih Basket 3x3
Penyelenggara juga menetapkan persyaratan khusus berdasarkan bidang yang dipilih.
Untuk kategori Green Production and Low Carbon Technologies maupun Artificial Intelligence, badan usaha atau organisasi yang dikelola peserta harus memiliki pendapatan tahunan sedikitnya sebesar USD300.000.
Sementara itu, pada bidang Culture and Tourism Integration, program atau usaha yang dijalankan harus mampu melayani sedikitnya 100.000 klien atau pengguna setiap tahun.