WAHANANEWS.CO, Jakarta - Wakil Ketua Komisi X DPR RI My Esti Wijayati meminta Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) segera menyusun peta jalan atau roadmap pembangunan olahraga nasional yang komprehensif, terukur, dan berorientasi pada capaian prestasi.
Roadmap tersebut dinilai penting sebagai landasan dalam penyusunan program kerja serta kebutuhan anggaran Kemenpora pada tahun 2027.
Baca Juga:
Erick Thohir Dorong Gubernur, Bupati, dan Wali Kota Semarakkan Nobar Piala Dunia 2026
Permintaan tersebut disampaikan My Esti saat Rapat Kerja Komisi X DPR RI bersama Menteri Pemuda dan Olahraga dalam agenda pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-K/L) serta Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2027 di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/6/2026).
Menurut My Esti, setiap tambahan anggaran yang diajukan Kemenpora harus memiliki dasar perencanaan yang jelas dan dapat diukur melalui target-target prestasi yang ingin dicapai.
Dengan adanya roadmap yang terstruktur, pemerintah dapat menentukan prioritas pembinaan olahraga sekaligus memastikan penggunaan anggaran berjalan efektif dan tepat sasaran.
Baca Juga:
Kemenpora Latih 500 Tenaga Penggerak Olahraga Nasional untuk Perkuat Budaya Hidup Sehat
“Kita mempunyai target yang memang harus dilaksanakan oleh Kemenpora. Karena itu mesti segera dibuat roadmap-nya. Kalau kita mau mencapai sebuah target, tentu harus diketahui objeknya apa, yang dibutuhkan apa, dan penganggarannya berapa,” ujar My Esti.
Legislator Fraksi PDI-Perjuangan tersebut menegaskan bahwa perencanaan olahraga nasional tidak boleh dilakukan secara umum tanpa indikator yang jelas.
Setiap target prestasi harus disertai pemetaan kebutuhan, strategi pembinaan, hingga dukungan pendanaan yang memadai agar hasil yang dicapai dapat dievaluasi secara objektif.
Ia mencontohkan target Indonesia dalam berbagai ajang olahraga internasional seperti SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade.
Menurutnya, pemerintah perlu terlebih dahulu mengidentifikasi cabang olahraga yang memiliki peluang besar meraih medali, kemudian mengalokasikan sumber daya dan anggaran secara optimal untuk mendukung pembinaannya.
Selain itu, My Esti menilai perkembangan dan perubahan cabang olahraga yang dipertandingkan dalam kompetisi internasional harus menjadi perhatian dalam penyusunan kebijakan olahraga nasional.
Pemerintah dituntut mampu beradaptasi terhadap dinamika tersebut agar target prestasi tetap dapat dicapai.
Menurutnya, apabila terdapat cabang olahraga yang tidak lagi dipertandingkan dalam suatu ajang, maka pemerintah perlu mengalihkan fokus pembinaan kepada cabang olahraga lain yang memiliki potensi memberikan kontribusi medali bagi Indonesia.
“Maka untuk memperkuat itu harus direncanakan secara matang. Targetnya jelas, cabang olahraganya jelas, kebutuhannya jelas, dan anggarannya juga jelas. Penilaian akhirnya tentu dari pencapaian target tersebut,” tegas Legislator asal Daerah Pemilihan DI Yogyakarta itu.
Lebih lanjut, My Esti menekankan bahwa olahraga tidak hanya berkaitan dengan pencapaian prestasi semata, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam memperkuat persatuan dan kebanggaan nasional.
Keberhasilan atlet Indonesia di panggung dunia, menurutnya, mampu menghadirkan semangat kebersamaan bagi seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang.
“Kita senang luar biasa ketika Merah Putih dikibarkan dan lagu Indonesia Raya dikumandangkan di ajang internasional. Itu kebanggaan seluruh rakyat Indonesia tanpa melihat perbedaan apa pun. Karena itu perencanaan olahraga nasional harus benar-benar disusun dengan baik,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Komisi X DPR RI juga mendorong Kemenpora untuk memperkuat sistem pembinaan atlet secara berjenjang dan berkelanjutan, mulai dari tingkat daerah hingga nasional.
Pemetaan potensi olahraga di berbagai wilayah dinilai menjadi langkah penting untuk menemukan bibit-bibit atlet unggul sejak dini.
Dengan pembinaan yang lebih terarah, pemerintah dapat memaksimalkan potensi daerah sebagai basis pengembangan atlet nasional.
Strategi ini juga dianggap penting untuk meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran, sehingga dana yang tersedia dapat difokuskan pada cabang olahraga dan daerah yang memiliki prospek prestasi tinggi.
My Esti berharap penyusunan roadmap olahraga nasional yang jelas, disertai dukungan anggaran yang memadai serta sistem pembinaan yang kuat, dapat menjadi fondasi bagi peningkatan prestasi olahraga Indonesia di tingkat regional maupun global.
Langkah tersebut sekaligus diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang kompetitif dan berprestasi di kancah olahraga internasional.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]