“KONI Pusat mendukung sepenuhnya kebijakan Menteri Pemuda dan Olahraga. Kita lawan kasus-kasus seperti ini, tidak boleh ada pelatih dan mereka yang dalam pembinaan olahraga prestasi melakukan pelanggaran apalagi pelecehan seksual ini sangat memalukan dan tidak boleh ada di lingkungan kita,” tegas Marciano.
Marciano juga menegaskan bahwa dunia olahraga harus menjadi ruang yang aman bagi atlet untuk berkembang dan meraih prestasi tanpa rasa takut ataupun tekanan dari pihak mana pun.
Baca Juga:
Menpora Buka Peluang Provinsi Penyangga untuk PON 2028, Tunggu Keputusan KONI
Sejalan dengan sikap tegas Menpora Erick Thohir, Marciano berharap proses hukum dapat berjalan dengan adil.
Apabila terduga pelaku terbukti bersalah, maka pelaku tersebut tidak lagi diperbolehkan terlibat dalam aktivitas olahraga maupun menjadi bagian dari organisasi olahraga di Indonesia.
“Saya harapkan ke depannya pelaku-pelaku ini tidak boleh hadir dalam kegiatan olahraga dan tidak boleh menjadi anggota organisasi olahraga apapun,” tutup Ketum KONI Pusat.
Baca Juga:
Pelantikan Pengurus Percasi Sumedang 2026–2030, Kadisparbudpora Dorong Prestasi hingga Tingkat Nasional
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.