Gregoria juga memberikan apresiasi atas performa lawannya. Ia menyebut Ratchanok bermain konsisten sepanjang turnamen dan sangat layak menjadi juara.
Selain itu, Gregoria merasa turnamen Kumamoto membawa keberuntungan tersendiri baginya.
Baca Juga:
PBSI Syukuri Gelar Juara Umum Bulu Tangkis SEA Games 2025
Ia tidak menyangka bisa menembus babak akhir mengingat beberapa bulan sebelumnya ia menghadapi situasi yang sangat berat.
Di sisi lain, pengamat olahraga nasional Daniel Siahaan menilai kekalahan Gregoria cukup disayangkan, meskipun pencapaiannya sebagai runner-up tetap patut diapresiasi.
"Kalau kita lihat tadi Grego sudah berjuang tapi kurang konsisten," katanya. Ia juga menyebut keberuntungan tampak tidak berpihak kepada Gregoria, terutama pada permainan di depan net.
Baca Juga:
Menang Meyakinkan, Skuad Putra Indonesia Pastikan Tiket Final SEA Games 2025
"Ratchanok Intanon lebih prima ya," ujarnya.
Daniel melihat ada momen-momen ketika Gregoria terlihat kurang percaya diri, terutama dalam pengambilan keputusan di lapangan.
"Beberapa kali Grego salah dalam mengambil keputusan. Dan bola-bola yang didapat Intanon bukan karena kepintarannya, banyak juga kesalahan-kesalahan Grego," ucapnya.