WAHANANEWS.CO, Jakarta – Leicester City dikabarkan masuk dalam daftar klub yang akan dilepas oleh pemiliknya, King Power.
Perusahaan asal Thailand tersebut disebut tengah membuka peluang untuk menjual klub dan mencari calon investor baru dengan nilai transaksi yang diperkirakan mencapai lebih dari 200 juta poundsterling atau sekitar 230 juta euro.
Baca Juga:
Yahya Zaini Minta Driver Ojol Dilibatkan dalam Penetapan Status sebagai Pelaku UMKM
Menurut laporan BBC, King Power telah menunjuk Citigroup, bank investasi asal Amerika Serikat, untuk membantu proses penjualan Leicester City.
Penunjukan tersebut menjadi langkah penting dalam upaya mencari pihak yang berminat mengambil alih kepemilikan klub.
Tidak hanya tim utama putra, paket penjualan Leicester City disebut mencakup sejumlah aset penting lainnya.
Baca Juga:
Bupati Pakpak Bharat Hadiri Rapat Penertiban Kawasan Hutan di Pakpak Bharat dan Dairi
Di antaranya adalah tim putri, akademi klub, King Power Stadium, serta kompleks latihan Seagrave.
Dengan demikian, calon pembeli berpotensi mendapatkan keseluruhan aset utama yang berkaitan dengan operasional Leicester City.
King Power telah menjadi pemilik Leicester City sejak 2010.
Selama berada di bawah kendali perusahaan tersebut, The Foxes berhasil mencatat salah satu pencapaian paling mengejutkan dalam sejarah sepak bola Inggris.
Pada musim 2015/2016, Leicester secara mengejutkan berhasil memenangkan Liga Inggris.
Saat itu, Leicester yang sebelumnya tidak masuk jajaran favorit justru mampu mengungguli klub-klub besar dan mengangkat trofi Premier League untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Namun, situasi klub berubah cukup drastis dalam beberapa tahun terakhir.
Leicester mengalami penurunan performa hingga harus menghadapi degradasi secara beruntun.
Setelah terdegradasi dari Liga Inggris ke Championship, mereka kembali turun kasta dan kini harus bermain di League One.
Kondisi tersebut membuat masa depan Leicester City menjadi sorotan, termasuk terkait kemungkinan perubahan kepemilikan.
Jika proses penjualan benar-benar terealisasi, klub akan memasuki era baru setelah 16 tahun berada di bawah kendali King Power.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Leicester City mengenai laporan tersebut.
Klub juga memilih tidak memberikan komentar ketika BBC meminta tanggapan mengenai dokumen penjualan yang beredar.
King Power sebelumnya mengambil alih Leicester City pada 2010 dengan nilai sekitar 35 juta poundsterling.
Setelah lebih dari satu dekade menjadi pemilik klub dan melalui berbagai periode, mulai dari kejayaan hingga degradasi beruntun, Leicester kini dilaporkan berpotensi berpindah tangan kepada investor baru dengan nilai penjualan yang jauh lebih tinggi.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]