WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pebulu tangkis muda Indonesia, Moh Zaki Ubaidillah atau yang akrab disapa Ubed, menorehkan prestasi membanggakan dengan menjuarai Thailand Masters 2026.
Gelar tersebut diraih setelah Ubed sukses menundukkan wakil tuan rumah, Panitchaphon Teeraratsakul, dalam partai final yang berlangsung di Stadion Nimibutr, Bangkok, Minggu (1/2/2026).
Baca Juga:
Tim Indonesia Siap Tempur, Putri KW dan Alwi Farhan Bidik Awal Manis di Malaysia
Pertandingan final berjalan dramatis dan menguras fisik serta mental kedua pemain. Ubed harus melalui laga tiga gim yang ketat sebelum akhirnya memastikan kemenangan dengan skor 19-21, 22-20, dan 21-19, sekaligus memastikan gelar juara turnamen BWF Super 300 tersebut.
Kemenangan ini terasa istimewa bagi Ubed karena diraih di hadapan publik Thailand yang memadati arena dan memberikan dukungan penuh kepada Panitchaphon.
Meski berada di bawah tekanan atmosfer kandang lawan, peraih medali perak SEA Games 2025 itu justru mampu tampil tenang dan percaya diri.
Baca Juga:
SEA Games 2025 Jadi Ajang Uji Mental bagi Pebulu Tangkis Muda Indonesia
“Sangat luar biasa senang, campur aduk rasanya dan tidak menyangka bisa juara, pendukung lawan cukup ramai hari ini. Namun itu malah bikin saya tambah semangat karena lawan tuan rumah pastinya tidak mau kalah juga,” kata Ubed seperti dilaporkan RRI , Minggu 1 Februari 2026.
Sejak gim pertama, duel antara Ubed dan Panitchaphon berlangsung sengit dengan reli panjang dan saling kejar poin.
Meski beberapa kali tertinggal, Ubed mampu menjaga jarak perolehan angka tetap ketat.
Pada gim pembuka, Panitchaphon sempat unggul dan menutup interval dengan skor 11-9. Bahkan, Ubed sempat tertinggal 16-18 dan 16-19.
Namun, Ubed menunjukkan mental juara dengan bangkit dan mengejar ketertinggalan hingga menyamakan kedudukan 19-19 sebelum akhirnya menutup gim pertama dengan kemenangan 21-19.
“Tadi sempat ketinggalan digame pertama, disitu saya tidak mau gampang menyerah. Pelatih terus meningatkan untuk menjaga fokus dan pikiran karena sebelum poin 21 masih bisa dikejar,” ujarnya.
Pada gim kedua, Panitchaphon tampil lebih agresif dan langsung memimpin jauh dengan skor 3-0, 5-0, hingga 14-8.
Tekanan bertubi-tubi membuat Ubed harus bekerja ekstra keras untuk menjaga konsistensi permainan. Perlahan namun pasti, Ubed mampu memperkecil jarak poin hingga memaksakan deuce 20-20.
Sayangnya, pada momen krusial, Panitchaphon berhasil memanfaatkan peluang dan mengamankan gim kedua dengan skor 22-20.
Memasuki gim penentuan, tensi pertandingan kembali meningkat. Kedua pemain saling menyerang dan bertahan dengan intensitas tinggi.
Ubed kembali sempat tertinggal dalam perolehan poin, namun ketangguhan fisik, fokus, serta mental bertanding yang kuat membuatnya mampu mengendalikan permainan hingga akhirnya memastikan kemenangan dan keluar sebagai juara.
“Kemenangan ini saya persembahkan untuk orang tua, keluarga, PBSI, PB Djarum dan semuanya. Harapan ke depannya, semoga bisa mencapai lebih baik lagi dari ini, next semoga bisa dapat gelar super 500 ke atas,” kata Ubed.
Keberhasilan ini menjadi sinyal positif bagi masa depan bulu tangkis Indonesia, khususnya sektor tunggal putra, sekaligus menegaskan potensi besar Ubed untuk bersaing di level turnamen yang lebih tinggi.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]