"Pertamina Grand Prix of Indonesia atau MotoGP Indonesia bukan sekadar olahraga, tetapi momentum untuk memperkuat nation branding Indonesia. Memperkuat posisi The Mandalika, Lombok, dan NTB sebagai destinasi sportainment kelas dunia,” ujar Menpora.
Ia menjelaskan, keberhasilan penyelenggaraan MotoGP dalam beberapa tahun terakhir telah membuktikan bahwa Indonesia memiliki kemampuan menjadi tuan rumah event internasional dengan standar tinggi.
Baca Juga:
Kutukan Mandalika Belum Usai, Marc Marquez Kembali Alami Kecelakaan di MotoGP 2025
Selain berjalan profesional, penyelenggaraan MotoGP juga dinilai mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat dan daerah sekitar.
Data penyelenggaraan MotoGP Indonesia 2025 menunjukkan hasil yang positif.
Jumlah penonton tercatat mencapai 140.324 orang, sementara dampak ekonomi nasional yang dihasilkan diperkirakan mencapai Rp4,96 triliun.
Baca Juga:
PLN Sukses Jaga Keandalan Listrik di MotoGP Mandalika 2025, Dapat Apresiasi dari Menteri hingga Gubernur
Angka tersebut menunjukkan besarnya kontribusi event olahraga internasional terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Manfaat ekonomi juga dirasakan secara langsung oleh masyarakat NTB. Perputaran ekonomi di daerah tersebut diperkirakan berada pada kisaran Rp2 triliun hingga Rp4 triliun dengan efek berganda (multiplier effect) yang mencapai dua kali lipat.
Selain itu, lebih dari 600 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terlibat dalam penyelenggaraan acara, serta membuka peluang kerja bagi sekitar 3.000 tenaga kerja lokal.