WAHANANEWS.CO, Jakarta - Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) mulai mengintensifkan penerapan prinsip safeguarding dalam ekosistem olahraga nasional.
Upaya ini diwujudkan melalui kehadiran langsung Safeguarding Officer pada ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Akuatik yang berlangsung di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, pada 28 April hingga 1 Mei 2026.
Baca Juga:
Erick Thohir Tekankan Persatuan Stakeholder Olahraga di HUT ke-74 NOC Indonesia
Kehadiran Safeguarding Officer dari NOC Indonesia dalam kejuaraan tersebut tidak sekadar simbolis.
Peran ini menjadi langkah awal dalam membangun komunikasi yang lebih terbuka, memberikan edukasi, serta menumbuhkan kepercayaan di antara atlet, pelatih, dan ofisial yang terlibat dalam kompetisi.
Pendekatan yang dilakukan bersifat informal namun tetap memiliki nilai strategis.
Baca Juga:
Kemenpora Matangkan Strategi Hadapi Tantangan SEA Games 2027 di Malaysia
Fokus utamanya adalah menanamkan pemahaman bahwa safeguarding merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen olahraga dalam menjaga integritas, keselamatan, dan kesejahteraan para pelaku olahraga.
Safeguarding Officer NOC Indonesia, Tabitha Sumendap, menegaskan bahwa kehadiran pihaknya merupakan langkah awal untuk memperkenalkan konsep safeguarding secara lebih dekat kepada komunitas olahraga nasional.
"Kami ingin memastikan setiap atlet dapat berlatih dan bertanding dalam lingkungan aman dan suportif. Kehadiran kami di Kejurnas ini adalah bentuk komitmen membangun awareness, membuka ruang dialog, dan menunjukkan safeguarding itu hadir, nyata, dan dapat diakses," ujar Tabitha seperti dilaporkaan RRI, Senin 4 Mei 2026 .
Lebih lanjut, Tabitha menjelaskan bahwa pendekatan yang diterapkan tidak bersifat kaku, melainkan menyesuaikan dengan kondisi dan dinamika di lapangan.
Hal ini dilakukan agar pesan terkait safeguarding dapat diterima secara lebih alami dan mudah dipahami oleh seluruh pihak.
Inisiatif ini juga mendapat dukungan dari Pengurus Besar Akuatik Indonesia. Wakil Ketua Umum I Bidang Pembinaan Prestasi dan Sport Science, Wisnu Wardhana, menilai kehadiran safeguarding menjadi langkah penting dalam memperkuat sistem pembinaan atlet.
"Prestasi tidak hanya dibangun dari aspek teknik dan fisik, tetapi juga dari rasa aman dan nyaman atlet. Kehadiran safeguarding menjadi langkah positif memastikan pembinaan holistik, melindungi atlet sekaligus meningkatkan kualitas ekosistem olahraga," ujar Wisnu.
Menurut Wisnu, penerapan safeguarding oleh NOC Indonesia merupakan elemen krusial dalam mendukung pengembangan prestasi atlet dalam jangka panjang.
Ia juga menilai langkah ini dapat menjadi contoh awal bagi cabang olahraga lain untuk mengadopsi pendekatan serupa dalam setiap penyelenggaraan kompetisi.
Ke depan, NOC Indonesia berharap safeguarding tidak hanya berhenti sebagai program semata, tetapi dapat berkembang menjadi budaya yang tertanam kuat di seluruh level pembinaan olahraga di Tanah Air, mulai dari tingkat daerah hingga nasional.
Sepanjang tahun 2026, NOC Indonesia juga telah menggelar berbagai kegiatan edukasi terkait safeguarding, di antaranya dalam Rapat Kerja Nasional Pengurus Besar Taekwondo Indonesia serta Kejuaraan Nasional Gymnastic.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, NOC Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mendorong terciptanya lingkungan olahraga yang menjunjung tinggi nilai respect, safety, dan dignity bagi seluruh insan olahraga Indonesia.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]