WAHANANEWS.CO, Jakarta - NOC Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem olahraga yang aman, inklusif, dan berintegritas.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengiriman dua perwakilan untuk mengikuti Safeguarding Officer Training yang berlangsung di Singapura pada 9–14 Januari 2026.
Baca Juga:
Rebut Medali Emas di Kejuaraan Tinju Internasional di Malaysia, Mathius Disambut Pemko Gunungsitoli
Dua perwakilan tersebut, Tabitha Sumendap dan Dr. Sophia Hage, mengikuti pelatihan intensif yang diselenggarakan oleh Safe Sport Commission Singapore.
Pelatihan ini bertujuan memperkuat kapasitas dan kompetensi para praktisi dalam mencegah serta menangani isu-isu safeguarding di lingkungan olahraga.
Program pelatihan dirancang secara komprehensif dengan fokus pada pencegahan, pendeteksian, dan penanganan berbagai bentuk kekerasan, pelecehan, serta penyalahgunaan yang berpotensi terjadi dalam aktivitas keolahragaan.
Baca Juga:
Langkah Strategis NOC Indonesia, Perjuangkan Pencak Silat Melalui Diplomasi Internasional
Sejumlah topik krusial turut dibahas, mulai dari dampak kekerasan terhadap korban, pemahaman pola dan perilaku pelaku, hingga kerangka hukum yang menjadi dasar penanganan kasus safeguarding.
Tabitha Sumendap menegaskan bahwa partisipasi dalam pelatihan ini merupakan langkah strategis berbasis penguatan pengetahuan, praktik terbaik internasional, serta pemahaman hukum yang komprehensif.
"Pelatihan diberikan secara aplikatif melalui studi kasus nyata untuk membekali kemampuan analisis dan penanganan konkret," katanya dalam keterangan yang diterima RRI, Kamis (22/1/2026).