Sementara itu, Ketua Seksi Humas dan Dokumentasi Bulu Tangkis Kapolri Cup 2026, Irjen Pol. Ahmad Ramadhan, mengatakan penyelenggaraan kejuaraan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Bhayangkara yang digelar di Jakarta.
Menurutnya, keterlibatan atlet penyandang disabilitas menjadi wujud nyata komitmen Polri dalam menghadirkan olahraga yang inklusif dan setara.
Baca Juga:
Tim Para Bulu Tangkis Indonesia Borong 11 Emas di Eropa, Leani Ratri Sumbang Lima Gelar
"Kolaborasi ini sebagai bentuk komitmen untuk menghadirkan kegiatan olahraga yang inklusif dan memberikan ruang bagi para atlet penyandang disabilitas untuk turut berpartisipasi dan berprestasi," kata Irjen Pol. Ahmad Ramadhan.
Ia berharap kolaborasi antara Polri, Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI), dan NPC Indonesia mampu memberikan dampak positif bagi perkembangan bulu tangkis nasional sekaligus mempererat hubungan antara Polri dengan masyarakat melalui kegiatan olahraga.
Kategori umum dalam Kapolri Cup 2026 juga digelar bekerja sama dengan PBSI sehingga kejuaraan ini menjadi ajang kompetisi yang melibatkan atlet dari berbagai kategori dan tingkatan.
Baca Juga:
Anggaran Multiyears Dinilai Jadi Solusi Pelatnas Berkelanjutan Menuju Prestasi Dunia
"Dengan kolaborasi bersama PBSI dan NPC Indonesia, serta dukungan seluruh pihak, kami berharap kejuaraan bulu tangkis Kapolri Cup 2026 ini dapat berjalan baik dan memberikan manfaat positif bagi perkembangan olahraga sekaligus mempererat hubungan antara Polri dengan masyarakat," ucap Ahmad Ramadhan.
Berdasarkan data persiapan yang dirilis Polri pada Jumat, 24 Juli 2026, sejumlah atlet nasional turut dipastikan ambil bagian dalam turnamen tersebut.
Selain Leani Ratri Oktila, atlet elite Qonitah Ikhtiar Syakuroh asal Daerah Istimewa Yogyakarta juga akan meramaikan persaingan, sehingga Kapolri Cup 2026 diharapkan menjadi salah satu kejuaraan bulu tangkis nasional paling bergengsi sekaligus memperkuat pembinaan atlet menuju berbagai ajang internasional.