WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pascal Wehrlein memastikan diri sebagai juara dunia Formula E musim 2025/26 setelah menyelesaikan balapan penutup London E-Prix.
Pembalap Porsche tersebut memang hanya mampu finis di posisi ke-14 dan tidak mendapatkan tambahan poin.
Baca Juga:
Formula E Kembali Digelar: Publik Berharap Jakarta Maju dan Sukses
Namun, hasil itu sudah cukup untuk mengantarkannya merebut gelar juara dunia berkat keunggulan poin yang dimiliki sebelum balapan terakhir.
Wehrlein menghadapi persaingan ketat hingga seri penutup.
Pesaing terdekatnya, Jake Dennis dari tim Andretti, juga gagal meraih poin setelah mengakhiri balapan di posisi ke-18.
Baca Juga:
Kemenangan Pascal Wehrlein di Miami E-Prix 2025 Bawa Angin Segar Formula E Jakarta E-Prix 2025
Hasil tersebut membuat Dennis harus puas berada di peringkat kedua klasemen akhir.
Dennis menutup musim sebagai runner-up dengan selisih lima poin dari Wehrlein.
Sementara itu, rekan setim Wehrlein di Porsche, Nico Muller, menyelesaikan London E-Prix di posisi ke-12.
Keberhasilan Wehrlein tidak terlepas dari penampilan konsistennya sepanjang musim. Pembalap asal Jerman itu berhasil mencatatkan tiga kemenangan, enam kali finis di podium, serta mengamankan empat pole position.
Catatan tersebut menjadi salah satu faktor penting yang membawanya bertahan di posisi teratas klasemen hingga seri terakhir.
Gelar Formula E 2025/26 menjadi titel dunia kedua bagi Wehrlein. Dengan pencapaian tersebut, ia kini menyamai torehan Jean-Eric Vergne sebagai pembalap yang telah dua kali menjadi juara dunia Formula E.
Prestasi tersebut juga memiliki arti khusus bagi motorsport Jerman. Wehrlein menjadi pembalap Jerman pertama yang kembali memenangkan gelar dunia single-seater sejak Nico Rosberg menjuarai Formula 1 pada 2016.
Usai memastikan gelar, Wehrlein mengungkapkan rasa bangganya terhadap performa tim Porsche yang mampu mempertahankan konsistensi meski berada di bawah tekanan hingga balapan terakhir musim ini.
"Kami menetapkan standar sangat tinggi dalam 15 balapan pertama musim ini. Dan hari ini kami berhasil menuntaskan tugas kami," kata Wehrlein dikutip dari laman Formula E.
Wehrlein kemudian menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota Porsche yang telah bekerja keras sepanjang musim.
Ia juga memberikan penghargaan khusus kepada Nico Muller yang dinilai turut memberikan kontribusi besar dalam perjalanan tim menuju gelar juara dunia.
"Saya sangat menghargai semua orang yang bekerja bersama dan percaya kepada saya. Terima kasih khusus juga kepada Nico atas kontribusinya yang besar terhadap gelar ini," katanya.
Kesuksesan Wehrlein sekaligus mempertegas kiprah Porsche 99X Electric di era GEN3 Formula E.
Sejak era tersebut dimulai, Porsche telah mengamankan enam dari total 10 gelar dunia yang tersedia.
Bukan hanya dari sisi gelar, Porsche 99X Electric juga mencatatkan diri sebagai salah satu mobil single-seater paling sukses dalam sejarah Porsche.
Sepanjang era GEN3, Porsche Formula E Team telah mengoleksi 16 kemenangan balapan.
Wakil Presiden Porsche Motorsport, Thomas Laudenbach, turut memberikan pujian atas pencapaian tim pada musim ini.
Menurutnya, keberhasilan mengamankan dua gelar dunia menjadi bukti kuat dari kerja keras dan performa kompetitif Porsche sepanjang musim.
“Kami berhasil mengemas dengan koleksi dua gelar juara dunia, sebuah pencapaian luar biasa,” ujar Laudenbach.
Setelah merayakan kesuksesan tersebut, Wehrlein dan Porsche tidak memiliki banyak waktu untuk berleha-leha.
Formula E akan memasuki era baru GEN4 yang membawa tantangan dan persaingan berbeda bagi seluruh tim dan pembalap.
Wehrlein pun memilih menikmati momen kemenangan terlebih dahulu sebelum mengalihkan fokus menuju babak baru kompetisi.
“Malam ini kami akan merayakannya, tetapi setelah itu, mari menyambut era GEN4,” kata Wehrlein.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]