WAHANANEWS.CO, Jakarta - Penampilan para pebulu tangkis muda Indonesia pada ajang bergengsi All England 2026 mendapat perhatian dan apresiasi dari Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia.
Meski menghadapi lawan-lawan tangguh dari berbagai negara, para atlet muda Merah Putih mampu menunjukkan performa yang kompetitif dan menjanjikan.
Baca Juga:
KONI Sambut Pelantikan Pengurus Baru ALTI, Bima Arya Kembali Pimpin Lari Trail Indonesia
Ketua Umum I Pengurus Pusat PBSI, Taufik Hidayat, menyampaikan penghargaan atas perjuangan para pemain muda yang tampil di turnamen bulu tangkis tertua di dunia tersebut.
Menurutnya, keberanian dan semangat bertanding yang ditunjukkan para atlet menjadi sinyal positif bagi masa depan bulu tangkis Indonesia.
Pada turnamen yang berlangsung di Utilita Arena Birmingham, Inggris, sejumlah wakil Indonesia mampu menembus babak-babak krusial.
Baca Juga:
Persib Bandung Menang 2-0, Saddil Ramdani: Pertandingan Sangat Istimewa
Tercatat ada enam wakil Merah Putih yang berhasil melaju hingga babak perempat final. Bahkan satu pasangan ganda putra berhasil melangkah lebih jauh hingga ke semifinal.
"Kami mengapresiasi penampilan enam atlet muda Indonesia yang tampil sangat baik di babak 16 besar All England 2026. Mereka menunjukkan keberanian, semangat bertanding, dan kualitas permainan," kata Taufik yang juga merupakan Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora), Jumat, 6 Maret 2026.
Salah satu pasangan yang mencuri perhatian adalah ganda putra Raymond Indra / Nikolaus Joaquin.
Duet muda tersebut berhasil melangkah ke babak semifinal setelah menundukkan pasangan kuat asal China, Liang Wei Keng / Wang Chang, dengan skor meyakinkan 21-18, 21-12.
Legenda bulu tangkis Indonesia yang juga peraih emas Olimpiade itu menilai, keberhasilan para pemain muda menembus babak-babak penting di turnamen kelas dunia merupakan bukti bahwa regenerasi atlet berjalan dengan baik.
Ia pun optimistis masa depan bulu tangkis Indonesia akan tetap cerah jika pembinaan terus dilakukan secara konsisten.
"Bermain di turnamen sebesar All England bukan hal yang mudah, apalagi bagi pemain muda. Tetapi mereka mampu menunjukkan bahwa mereka bisa bersaing di level tertinggi," ujarnya.
Turnamen All England 2026 digelar pada 3–8 Maret di Utilita Arena Birmingham, Inggris.
Ajang ini menjadi salah satu turnamen paling prestisius dalam kalender Badminton World Federation dengan total hadiah mencapai USD 1.450.000 atau sekitar Rp24,5 miliar.
Sementara itu, perjalanan tunggal putra muda Indonesia Alwi Farhan harus terhenti di babak perempat final.
Ia kalah dari unggulan kedua asal Thailand, Kunlavut Vitidsarn, dengan skor 17-21, 12-21.
"Kunlavut adalah pemain yang ulet, tidak gampang mati, pemain yang kuat untuk sekarang. Itu modal dia untuk bisa mencapai level yang sekarang," ujar peraih medali emas SEA Games 2025 ini.
Sebelumnya, Alwi berhasil mencuri perhatian setelah menyingkirkan pemain senior asal Taiwan, Chou Tien Chen, pada babak sebelumnya.
Hasil tersebut memperkecil rekor pertemuan keduanya menjadi 1-2 dengan keunggulan masih dipegang oleh Chou.
Berikut hasil pertandingan wakil Indonesia di babak perempat final All England 2026:
- Tunggal putra
Alwi Farhan vs Kunlavut Vitidsarn (Thailand): 17-21, 12-21.
- Ganda campuran
Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah vs Guo Xin Wa/Chen Fang Hui (China): 17-21, 21-18, 15-21.
- Ganda putra
Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat vs Chen Bo Yang/Liu Yi (China): 16-21, 10-21.
- Tunggal putri
Putri Kusuma Wardani vs An Se Young (Korea Selatan): 11-21, 14-21.
- Ganda putri
Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari vs Pearly Tan/Thinaah Muralitharan (Malaysia): 9-21, 18-21.
- Ganda putra
Raymond Indra/Nikolaus Joaquin vs Liang Wei Keng/Wang Chang (China): 21-18, 21-12.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]