Turnamen ini pun dinilai strategis sebagai ajang pemanasan klub-klub menjelang Liga 1 musim 2025/2026.
Dengan format seleksi ketat, hanya enam tim yang berpartisipasi termasuk tiga klub nasional papan atas, satu tim All-Star Indonesia, serta dua undangan dari luar negeri: Oxford United (Inggris) dan Port FC (Thailand).
Baca Juga:
Penanganan Bencana Jadi Prioritas, Pemerintah Anggarkan Hingga Rp 60 Triliun di APBN 2026
Menariknya, tim asing tersebut juga diperkuat pemain-pemain Indonesia.
Lebih dari sekadar turnamen sepak bola, Piala Presiden 2025 turut mendorong pertumbuhan UMKM lewat sektor makanan, minuman, dan merchandise.
Di sisi lain, Maruarar mengusulkan penggunaan wasit asing sebagai bentuk komitmen terhadap fair play dan penolakan terhadap praktik pengaturan skor.
Baca Juga:
Menkeu Purbaya Tegaskan Pentingnya Patuhi Batas Waktu pada Akhir Tahun Anggaran
“Kalau perlu, kita pakai wasit asing yang kredibel. Yang penting tidak ada isu negatif soal pertandingan. Kita ingin reputasi yang bersih,” ujarnya.
Pertandingan akan digelar di stadion-stadion besar seperti Gelora Bung Karno dan Si Jalak Harupat, yang menjadi ruang latihan mental ideal bagi para pemain menghadapi tekanan sesungguhnya.
Piala Presiden 2025 membuktikan satu hal: bahwa profesionalisme dan kepercayaan mampu menggantikan ketergantungan pada anggaran negara dalam membangun sepak bola nasional