“Nah ini yang Bapak Presiden dorong karena itu persiapan dari tentu SEA Games, Asian Games, Olimpiade, mesti benar-benar dilakukan. Apalagi Bapak Presiden sudah memperhatikan kebijaksanaan bonus yang cukup baik, baik sekali bahkan. Di mana bonus ini 1 miliar (rupiah), nanti Asian Games dan Olimpiade pasti angkanya lebih baik lagi,” ungkapnya.
Dalam pertemuan tersebut, Erick juga memaparkan rencana pembangunan Akademi Olahraga Nasional sebagai bagian dari strategi pembinaan atlet usia dini.
Baca Juga:
Pesan Prabowo ke Menpora: Perbaiki Kompetisi Agar Hasilkan Timnas yang Bisa Lolos Piala Dunia
Akademi ini nantinya akan menjadi pusat pengembangan bakat olahraga yang menjaring calon atlet sejak usia sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.
Melalui akademi tersebut, pemerintah berharap dapat menciptakan sistem pembinaan yang lebih terstruktur, terintegrasi, dan berkelanjutan sehingga proses regenerasi atlet nasional dapat berjalan lebih baik.
Talenta-talenta muda yang memiliki potensi di bidang olahraga akan mendapatkan pembinaan sejak dini agar mampu bersaing di level internasional pada masa mendatang.
Baca Juga:
Indonesia Naik 10 Peringkat FIFA, Erick Thohir Ingatkan Timnas Tetap Membumi
“Bapak Presiden juga mendorong apalagi ada pemusatan yang namanya Akademi Olahraga nanti yang kita dimulai dari SD (Sekolah Dasar), SMP (Sekolah Menengah Pertama), SMA (Sekolah Menengah Atas). Jadi siapa yang akan menjadi atlet ke depan dari usia 8-10 tahun sudah mulai dibina. Nah ini yang tadi sampaikan, dan tadi saya paparkan rencana pembangunan Akademi Olahraga,” imbuh Menpora.
Tidak hanya fokus pada pembinaan atlet aktif, pemerintah juga terus mengkaji berbagai skema perlindungan sosial bagi para olahragawan setelah masa karier mereka berakhir.
Salah satu yang sedang dibahas adalah program dana pensiun atlet guna menjamin kesejahteraan mereka di masa depan.