WAHANANEWS.CO, Jakarta - Komite Olimpiade Indonesia atau NOC Indonesia memberikan penghargaan The Game Changer Award kepada sejumlah atlet, pelatih, federasi olahraga, hingga tokoh nasional yang dinilai berkontribusi besar terhadap perkembangan olahraga Indonesia.
Penghargaan tersebut diumumkan dalam Opening Ceremony Rapat Anggota NOC Indonesia yang berlangsung di Ballroom Fairmont Hotel, Senayan, Jakarta, Sabtu (9/5/2026).
Baca Juga:
Tim Merah Putih Resmi Dilepas ke Asian Beach Games 2026, Fokus pada Tiga Cabang Unggulan
Ajang penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi NOC Indonesia terhadap insan olahraga yang berhasil menciptakan dampak positif, baik melalui prestasi di arena internasional maupun kontribusi nyata dalam membangun ekosistem olahraga nasional yang lebih maju dan kompetitif.
Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, mengatakan bahwa penghargaan tersebut tidak semata-mata diberikan berdasarkan raihan medali atau kemenangan di kompetisi olahraga.
Menurutnya, penghargaan ini juga ditujukan bagi sosok-sosok yang mampu membawa perubahan besar dan menginspirasi perkembangan olahraga Indonesia.
Baca Juga:
Erick Thohir Tekankan Persatuan Stakeholder Olahraga di HUT ke-74 NOC Indonesia
“The Game Changer Award adalah bentuk penghormatan kami kepada mereka yang telah memberikan dampak nyata bagi olahraga Indonesia.
“Ini bukan hanya tentang medali, tetapi tentang dedikasi, konsistensi, dan keberanian untuk mengubah keadaan,” ujar Okto, sapaan karib Raja Sapta Oktohari.
Penghargaan The Game Changer Award tahun ini dibagi ke dalam 10 kategori, yaitu Best Combat Sports Athlete, Best Game Sports Athlete, Best Precision Sports Athlete, Best Measurable Sports Athlete, Best Coach, The Rising Star, Best of the Best, Best Sport Team, Best National Federation, serta Lifetime Achievement.
NOC Indonesia menjelaskan bahwa proses seleksi penerima penghargaan dilakukan secara independen oleh tim panelis yang mulai bekerja sejak Februari 2026.
Panelis berasal dari unsur internal NOC Indonesia dan jurnalis senior olahraga nasional, termasuk Krisna Bayu dan Richard Sam Bera.
Penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah aspek, mulai dari prestasi di ajang multievent internasional, kualitas performa atlet dan tim, kontribusi terhadap perkembangan cabang olahraga, hingga penerapan nilai-nilai Olympism seperti excellence, friendship, dan respect.
Untuk kategori pelatih dan federasi, aspek tata kelola organisasi serta integritas juga menjadi pertimbangan utama.
Dalam daftar penerima penghargaan, Safira Dwi Meilanie berhasil meraih penghargaan Atlet Terbaik Bela Diri.
Sementara itu, Janice Tjen dinobatkan sebagai Atlet Terbaik Olahraga Permainan dan penghargaan tersebut diterima oleh kedua orang tuanya.
Untuk kategori olahraga akurasi, penghargaan diberikan kepada Diananda Choirunisa, sedangkan Martina Ayu Pratiwi menjadi peraih penghargaan pada kategori olahraga terukur.
Di sektor kepelatihan, Muhammad Dhaarma Raj yang merupakan pelatih Tim Nasional Hoki Indonesia sukses meraih penghargaan Pelatih Terbaik berkat kontribusinya dalam meningkatkan performa tim nasional.
Sementara penghargaan The Rising Star diberikan kepada Basral Graito Utomo sebagai atlet muda yang dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi andalan Indonesia di masa depan.
Adapun penghargaan paling bergengsi, yakni Best of the Best, diraih oleh Rizki Juniansyah.
Penghargaan tersebut diberikan atas torehan prestasi luar biasa, rekor yang berhasil diukir, serta kontribusinya dalam mengharumkan nama Indonesia di panggung internasional.
Rizki Juniansyah sebagai penerima Best of the Best menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi motivasi besar untuk terus berprestasi.
“Penghargaan ini menjadi motivasi besar bagi saya untuk terus memberikan yang terbaik bagi Indonesia,” ujar Rizki.
Pada kategori beregu, Tim Futsal Putra Indonesia dinobatkan sebagai Tim Terbaik setelah menunjukkan performa impresif dalam berbagai turnamen internasional.
Sementara itu, PB PABSI berhasil meraih penghargaan sebagai Federasi Nasional Terbaik berkat pencapaian prestasi serta tata kelola organisasi yang dinilai baik.
Selain itu, NOC Indonesia juga memberikan penghargaan Lifetime Achievement kepada almarhum Bob Hasan sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan jasa besarnya terhadap perkembangan olahraga nasional selama bertahun-tahun.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]