Selama lebih dari satu dekade, organisasi tersebut menjalankan sistem pelatnas terpusat secara berkesinambungan tanpa pemulangan atlet ke daerah asal, sehingga proses pembinaan dapat berlangsung secara optimal dan terukur.
Sistem tersebut mencakup pembinaan atlet secara menyeluruh mulai dari kategori youth, junior hingga senior.
Baca Juga:
Studi Terbaru Ungkap Olahraga Bisa Bantu Naikkan IQ Anak dan Remaja hingga Rata-rata 4 Poin
Dengan pola pembinaan berjenjang, atlet dapat dipersiapkan sejak usia muda untuk menghadapi persaingan di level internasional.
"Kami percaya, prestasi olahraga tidak dibangun dalam hitungan bulan, tetapi melalui proses bertahun-tahun yang membutuhkan kepastian program dan dukungan yang berkelanjutan. Sejak usia 14-15 tahun, atlet sudah dibina secara terpusat dengan pendekatan komprehensif yang meliputi aspek latihan, gizi, pembinaan mental, serta dukungan sport science secara berkelanjutan," kata Rosan.
Menurutnya, pendekatan pembinaan yang konsisten tersebut telah menghasilkan berbagai pencapaian membanggakan bagi Indonesia di cabang olahraga angkat besi.
Baca Juga:
Ronaldinho Gabung Ravenna FC di Usia 46 Tahun, Siap Bawa Semangat Baru untuk Klub Italia
Sejumlah prestasi internasional berhasil diraih, mulai dari kejuaraan dunia hingga ajang multi event terbesar.
"Pendekatan ini telah menunjukkan hasil nyata melalui berbagai capaian internasional, antara lain medali emas Olimpiade 2024, gelar juara dunia, rekor dunia, serta prestasi di Asian Games yang sebelumnya belum pernah diraih Indonesia di cabang angkat besi," tambahnya.
Selain mendukung pelatnas jangka panjang, PB PABSI juga menyatakan dukungannya terhadap gagasan pembentukan Akademi Olahraga.