Program tersebut dinilai dapat menjadi langkah strategis untuk memperluas proses pencarian dan pembinaan bibit atlet sejak usia sekolah dasar.
Rosan menilai semakin cepat potensi atlet ditemukan dan mendapatkan pembinaan yang tepat, maka semakin besar peluang Indonesia melahirkan generasi atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat SEA Games, Asian Games hingga Olimpiade.
Baca Juga:
Mohamed Salah Resmi Gabung Trabzonspor, Dikontrak Dua Musim Usai Tinggalkan Liverpool
"Negara-negara kuat dalam olahraga memulai pembinaan sejak usia dini. Indonesia memiliki talenta yang luar biasa. Tantangannya adalah memastikan mereka mendapatkan pembinaan yang tepat, berkelanjutan, dan terukur sejak awal," ujar Roslan.
Di sisi lain, Rosan juga mengapresiasi perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap pengembangan olahraga disabilitas.
Menurutnya, komitmen tersebut merupakan langkah penting dalam membangun ekosistem olahraga nasional yang lebih inklusif, setara, dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh masyarakat untuk berprestasi.
Baca Juga:
KONI Kota Gunungsitoli Temui Hatunggal Siregar di Medan, Minta Wejangan Terkait Kegiatan Fun Run
Ia menegaskan bahwa olahraga harus menjadi ruang yang terbuka bagi seluruh anak bangsa, tanpa memandang latar belakang maupun kondisi fisik.
Dengan dukungan pembinaan yang memadai, atlet disabilitas Indonesia juga memiliki peluang besar untuk mengharumkan nama bangsa di berbagai kompetisi internasional.
"PB PABSI meyakini bahwa setiap anak bangsa, tanpa memandang latar belakang maupun kondisi fisik, harus memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, berprestasi, dan mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional," pungkasnya.