"Dia bertanya, "Dari Indonesia, kalau juara bonusnya berapa?".
Saya jawab, engak besar sih,
sekian. Tapi, cukuplah. Dia kemudian bilang, "Boleh enggak kita double-in?"," lanjut Taufik Hidayat.
Taufik Hidayat mengaku langsung
terpancing emosinya mendengar ucapan ofisial Malaysia
tersebut.
Baca Juga:
Buka Kejuaraan Nasional Renang Antar Klub Se-Indonesia, Wamenpora Harap Dapat Lahirkan Atlet Berprestasi
Dia kemudian marah kepada orang
tersebut.
"Saya mulai emosi tuh. Saya kemudian bilang, "bagaimana kalau
dia yang ngalah, gua yang bayar. Kamu kalau di Indonesia, kamu enggak bisa
pulang"," ujar Taufik.
"Enggak mungkinlah saya jual nama
Indonesia. Saya berpikir, ada juga orang yang kayak gini. Sama
saja suruh saya jual nama negara. Kacau," imbuh peraih medali emas
Olimpiade 2004 tersebut.
Baca Juga:
Wamenpora RI Taufik Hidayat: Siap Tingkatkan Prestasi Pemuda dan Olahraga
Setelah penolakan tersebut, Taufik
bersua dengan Lee Chong Wei di semifinal Asian Games.
Dia berhasil menang atas Lee dengan
skor 21-16, 21-18.
Taufik kemudian melaju ke final dan
berjumpa dengan tunggal putra andalan China, Lin Dan.