Sepanjang lomba, Forever Young memang konsisten berada di posisi kedua.
Di lintasan lurus menjelang finis, kuda milik Susumu Fujita tersebut sempat memberikan tekanan serius, namun belum cukup kuat untuk menyalip Magnitude yang tampil solid hingga garis akhir.
Baca Juga:
Soal Dugaan ASN Pakai Narkoba, Nawal Husni Desak Pemkot Bekasi Ambil Sikap
“Kami tahu kami memiliki kuda yang sangat bagus, tetapi jelas Forever Young adalah kuda terbaik di dunia dan kami harus menghormatinya,” ujar Ortiz.
Berkat kemenangan tersebut, Magnitude berhak membawa pulang hadiah utama sebesar 7 juta dolar AS.
Ia mencatatkan waktu impresif 2 menit 4,38 detik dalam balapan tersebut. Posisi kedua ditempati Forever Young, sementara peringkat ketiga diraih oleh Meydaan.
Baca Juga:
Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan ,Pemkab Karo dan Tim Verifikasi Program Pembangunan Sekolah Nasional Jalin Kerjasama
Meski gagal meraih kemenangan, pelatih Forever Young, Yoshito Yahagi, tetap memberikan apresiasi tinggi terhadap performa kudanya serta tim pendukung yang telah bekerja keras selama persiapan hingga pelaksanaan lomba di Dubai.
“Ryusei menunggang kuda dengan sempurna. Saya pikir alasan terbesarnya adalah kurangnya kemampuan saya sendiri sebagai pelatih,” ujar Yoshito.
Ia juga menambahkan bahwa keselamatan kuda menjadi hal utama yang patut disyukuri setelah perlombaan usai.