Di balik kesuksesan tersebut, Leani juga harus membagi peran antara sebagai atlet profesional dan seorang ibu.
Namun menurutnya, dukungan serta komunikasi dengan anak-anak justru menjadi sumber motivasi yang membuatnya semakin bersemangat menjalani latihan dan pertandingan.
Baca Juga:
Menpora Erick Sambut Kehadiran Trofi Piala Dunia 2026, Tegaskan Pemuda dan Olahraga Prioritas Nasional
“Mungkin sekarang jadi ibu semangatnya jadi lebih tinggi justru, apalagi dengar support dari anak mungkin itu yang membuat berbeda dan terharu ya karena anak udah bisa ngerti dan bisa ngomong,” jelas atlet kelahiran 6 Mei 1991 itu.
Lebih lanjut, Leani menilai proses regenerasi atlet para bulutangkis Indonesia mulai menunjukkan hasil positif.
Komposisi pemain dinilai semakin merata di berbagai kelas, sehingga Indonesia tetap mampu bersaing dengan negara lain, termasuk tuan rumah Thailand.
Baca Juga:
Indonesia Lampaui Target Harian, Raih 21 Emas di Hari Kedua ASEAN Para Games 2025
“Untuk atlet Indonesia sebenernya kita semua bisa bersaing dengan negara-negara lain seperti tuan rumah Thailand ini, apalagi sekarang kita sudah banyak regenerasi. Dikelas saya sendiri sudah ada pelapisnya sudah ada atlet generasi barunya. Dikelas yang lain juga banyak teman-teman yang bisa bersaing, terbukti sekarang banyak All Indonesian Finals,” ujar ratu para bulutangkis ini.
Meski usianya kini telah menginjak 34 tahun, Leani masih menyimpan ambisi besar untuk terus berprestasi.
Ia berharap kondisi kesehatan dan kesempatan masih berpihak, sehingga dapat kembali tampil di Paralimpiade Los Angeles 2028.