WAHANANEWS.CO, Jakarta – Satria Muda Pertamina Bandung resmi mengakhiri kerja sama dengan Head Coach Djordje Jovicic setelah kontrak kedua belah pihak berakhir seiring rampungnya kompetisi IBL GoPay 2026.
Keputusan tersebut diambil sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh tim usai menuntaskan perjalanan mereka pada musim ini.
Baca Juga:
Rutan Sidikalang Kembali Gelar Razia Insidentil Kamar Hunian, Ini Temuannya
Pelatih berkebangsaan Serbia itu mulai menukangi Satria Muda sejak 1 Desember 2025.
Selama satu musim memimpin tim, Djordje berhasil membawa Satria Muda tampil kompetitif dengan menutup babak reguler di posisi kedua klasemen dan mengantarkan tim melangkah hingga babak semifinal IBL 2026.
Secara statistik, Djordje memimpin Satria Muda dalam 24 pertandingan sepanjang musim.
Baca Juga:
Korem 012 Teuku Umar Kirim 450 Prajurit Yonif 117 Jaga Perbatasan RI-Papua Nugini
Dari jumlah tersebut, tim berhasil mencatatkan 17 kemenangan dan tujuh kekalahan atau memiliki persentase kemenangan sebesar 70,8 persen.
Sebelum bergabung dengan Satria Muda, Djordje dikenal memiliki pengalaman panjang di level internasional.
Ia pernah menjabat sebagai Head Coach Partizan U18, Head Coach U20 Beikong Fly Dragons di Beijing, serta Assistant Head Coach Tim Nasional Serbia U20.
Pengalamannya di kompetisi Indonesia juga tidak asing karena sebelumnya sempat menjadi bagian dari Pelita Jaya Jakarta.
Sport Director Satria Muda, Youbel Sondakh, menyampaikan apresiasi kepada Djordje Jovicic atas dedikasi, profesionalisme, serta kontribusi yang telah diberikan selama menangani tim pada musim kompetisi 2026.
"Coach Djordje memberikan dedikasi, profesionalisme, dan totalitas luar biasa. Kami mengapresiasi kontribusinya membawa tim menutup regular season di peringkat kedua dan melaju hingga semifinal," ujar Youbel, Rabu 1 Juli 2026.
Menurut Youbel, sejak awal musim manajemen dan pelatih telah memiliki target yang sama, yakni membawa Satria Muda kembali menjadi juara IBL.
Namun karena target tersebut belum berhasil diwujudkan, kedua belah pihak sepakat untuk mengakhiri kerja sama setelah kontrak berakhir.
"Sejak awal musim, kami memiliki kesepakatan yang sama bahwa target Satria Muda adalah menjadi juara IBL. Karena target belum tercapai, kami bersama-sama memutuskan mengakhiri kerja sama seiring berakhirnya masa kontrak," ucapnya.
Memasuki masa jeda kompetisi, para pemain akan beristirahat sebelum kembali menjalani pemusatan latihan pada akhir Juli mendatang sebagai persiapan menghadapi turnamen All Indonesian.
Di saat yang sama, manajemen juga mulai mencari sosok pelatih kepala baru yang dinilai memiliki karakter, filosofi, dan visi yang sejalan dengan identitas Satria Muda.
Youbel juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pendukung yang telah setia memberikan dukungan selama musim berlangsung, termasuk berbagai kritik dan masukan yang membangun bagi perkembangan tim.
Menurutnya, manajemen memahami besarnya ekspektasi suporter dan menjadikan hal tersebut sebagai motivasi untuk terus melakukan pembenahan.
Berakhirnya perjalanan Satria Muda di IBL GoPay 2026 menjadi bahan evaluasi menyeluruh bagi seluruh elemen tim.
Berbagai pencapaian, tantangan, hingga dinamika yang terjadi sepanjang musim akan dijadikan bekal untuk membangun skuad yang lebih solid.
Manajemen pun menegaskan komitmennya untuk memperkuat fondasi tim dalam menghadapi musim berikutnya.
Dengan persiapan yang lebih matang serta kehadiran pelatih baru nantinya, Satria Muda menargetkan kembali bersaing di papan atas sekaligus memenuhi harapan para pendukung untuk kembali meraih gelar juara IBL.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]