WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kegagalan Tim Nasional Italia menembus putaran final Piala Dunia 2026 menjadi kejutan besar yang mengguncang publik sepak bola global.
Tim yang dikenal sebagai salah satu kekuatan tradisional dunia itu kembali harus menerima kenyataan pahit absen dari ajang empat tahunan paling bergengsi tersebut.
Baca Juga:
Performa Gelandang Tak Stabil, Belanda Hadapi Tantangan Berat di Piala Dunia 2026
Piala Dunia selama ini memang tidak selalu menjadi panggung eksklusif bagi tim-tim besar dengan sejarah panjang.
Dinamika sepak bola modern menunjukkan bahwa banyak faktor menentukan keberhasilan sebuah negara untuk lolos, mulai dari kualitas skuad, strategi pelatih, hingga konsistensi performa sepanjang kualifikasi.
Persaingan yang semakin ketat di setiap zona konfederasi kerap melahirkan hasil di luar dugaan.
Baca Juga:
Arab Saudi Pecat Hervé Renard Jelang Piala Dunia 2026
Selain itu, menurunnya kualitas individu pemain serta kurang optimalnya regenerasi juga menjadi penyebab utama merosotnya performa sejumlah tim elite.
Italia sendiri menjadi sorotan tajam setelah menelan kekalahan telak 1-4 dari Tim Nasional Bosnia dan Herzegovina dalam laga final playoff kualifikasi yang sangat menentukan.
Hasil tersebut memastikan langkah mereka terhenti dan gagal merebut tiket ke putaran final.
Dalam pertandingan itu, Italia sebenarnya sempat membuka keunggulan lebih dulu melalui gol cepat Moise Kean di awal laga.
Namun tekanan intens dari tim tuan rumah membuat permainan Gli Azzurri goyah, hingga akhirnya kehilangan kendali dan kebobolan empat gol balasan.
Kegagalan ini memperpanjang catatan buruk Italia, yang sebelumnya juga absen pada edisi 2018 dan 2022.
Bahkan, penambahan jumlah peserta menjadi 48 tim pada edisi 2026 tidak cukup untuk mengangkat performa mereka agar kembali ke panggung dunia.
Pengamat sepak bola, Mohamad Kusnaeni, menilai hasil ini cukup mengejutkan mengingat posisi Italia masih tergolong tinggi dalam peringkat dunia.
"Secara peringkat FIFA, Italia sebenarnya masih di posisi atas (peringkat ke-12 dunia). Namun kegagalan ini menunjukkan adanya masalah mendasar dalam tim,” ujarnya seperti dilaporkan RRI, Minggu, 3 Mei 2026.
Ia menambahkan bahwa persoalan regenerasi menjadi akar utama penurunan performa Gli Azzurri.
Menurutnya, banyak pemain muda Italia yang belum mampu berkembang menjadi bintang di level tertinggi sepak bola Eropa.
"Kita tidak melihat pemain Italia menjadi bintang di klub besar Eropa saat ini," kata Bung Kus, sapaan akrabnya. Menurutnya, minimnya pemain kelas dunia membuat kualitas tim menurun signifikan.
Absennya Italia dipastikan menghadirkan nuansa berbeda pada Piala Dunia 2026.
Turnamen tersebut diprediksi akan semakin menarik dengan kehadiran sejumlah tim debutan yang tampil mengejutkan, seperti Tim Nasional Cape Verde, Tim Nasional Curacao, Tim Nasional Yordania, dan Tim Nasional Uzbekistan yang siap mencuri perhatian dunia.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]