WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kualitas lini tengah tim nasional Belanda menjelang Piala Dunia 2026 masih menuai tanda tanya besar.
Hal ini tidak lepas dari performa para gelandang utama yang dinilai belum stabil di level klub masing-masing.
Baca Juga:
Disambut Hangat di Amsterdam, Presiden Prabowo Awali Misi Perkuat Diplomasi Indonesia-Belanda
Salah satu sorotan tertuju pada Tijjani Reijnders yang belum mendapatkan peran reguler dan lebih sering tampil sebagai pemain pengganti di Manchester City.
Pengamat sepak bola asal Belanda, Valentijn Driessen, menilai kondisi tersebut menjadi sinyal kurang positif bagi kesiapan tim.
Ia menyoroti fakta bahwa banyak pemain yang dipanggil justru tidak selalu menjadi pilihan utama di klubnya, sehingga berdampak pada konsistensi permainan mereka.
Baca Juga:
Presiden Prabowo Disambut Raja Willem-Alexander dan Ratu Máxima di Istana Huis ten Bosch
Selain Reijnders, pelatih Ronald Koeman juga kerap memasukkan nama-nama seperti Frenkie de Jong, Ryan Gravenberch, Xavi Simons, Jerdy Schouten, hingga Teun Koopmeiners dalam skuad.
Meski memiliki potensi besar, performa para pemain tersebut sepanjang musim ini dinilai belum menunjukkan kestabilan yang cukup untuk menghadapi kompetisi sekelas Piala Dunia.
Di sisi lain, kedalaman skuad Belanda di sektor gelandang juga masih didominasi pemain muda yang minim pengalaman di turnamen besar.