Sementara itu, dua medali perak Indonesia diraih oleh Antasyafi Robby Al Hilmi. Medali pertama ia peroleh dari nomor men’s individual pada Selasa (28/4/2026), setelah melalui persaingan ketat dengan atlet-atlet unggulan dari negara lain.
Antasyafi kemudian kembali menambah pundi-pundi medali dengan meraih perak di nomor men’s relay bersama rekannya Raharjati Nursamsa.
Baca Juga:
Indonesia Kirim Kekuatan Terbaik ke Piala Thomas dan Uber 2026, Ini Susunan Atletnya
Pada laga final, pasangan Indonesia harus mengakui keunggulan wakil tuan rumah Tiongkok, Jianguo Long dan Yicheng Zhao.
Antasyafi menilai capaian tersebut menjadi motivasi penting bagi dirinya dan tim untuk terus meningkatkan kemampuan, terutama dalam mengejar target jangka panjang tampil di ajang Olimpiade.
"Semoga kami bisa terus berkembang hingga menembus Olimpiade," harap Robby.
Baca Juga:
Indonesia Lampaui Target Medali di ASEAN Para Games 2025, NPC Apresiasi Perjuangan Atlet
Pelatih Tim Nasional Panjat Tebing Indonesia, Galar Pandu Asmoro, menjelaskan bahwa keikutsertaan tim dalam ajang ini bukan semata-mata untuk mengejar target medali.
Lebih dari itu, kompetisi ini dimanfaatkan sebagai sarana evaluasi guna mengukur kesiapan atlet dalam menghadapi level persaingan internasional yang lebih tinggi ke depannya.
“Kami tidak memasang target kepada atlet. Hanya saja mereka harus bermain sebaik-baiknya karena Asian Beach Games ini bisa menjadi alat ukur kesiapan kita menghadapi World Climbing Series,” sebut Galar.