WAHANANEWS.CO, Jakarta - Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), Raja Sapta Oktohari, secara resmi melepas keberangkatan Tim Indonesia pada Senin, 20 April 2026.
Kontingen Merah Putih tersebut dijadwalkan tampil dalam ajang Asian Beach Games Sanya 2026 yang merupakan edisi keenam dari pesta olahraga pantai terbesar di kawasan Asia dan akan digelar di Tiongkok.
Baca Juga:
Kemenpora Matangkan Strategi Hadapi Tantangan SEA Games 2027 di Malaysia
Prosesi pengukuhan sekaligus pelepasan atlet dilaksanakan di Kantor NOC Indonesia, Jakarta.
Momentum ini menjadi simbol kesiapan penuh Indonesia dalam menghadapi kompetisi internasional yang mempertemukan para atlet terbaik dari berbagai negara Asia di cabang olahraga berbasis pantai.
Dalam ajang tersebut, Indonesia mengirimkan total 22 atlet yang akan berlaga di tiga cabang olahraga, yakni panjat tebing nomor speed (speed climbing), basket 3x3, serta voli pantai.
Baca Juga:
NOC Indonesia Tegaskan Komitmen Safe Sport Lewat Pelatihan Safeguarding Internasional
Ketiga cabang ini dipilih melalui proses seleksi yang mempertimbangkan potensi prestasi dan kesiapan atlet.
Kontingen Indonesia akan dipimpin oleh Chef de Mission (CdM) Krisna Bayu, seorang Olympian yang juga menjabat sebagai anggota Komite Eksekutif NOC Indonesia.
Pengalamannya di dunia olahraga diharapkan mampu memberikan motivasi dan strategi terbaik bagi para atlet selama bertanding.
“Saya cukup optimistis tim ini bisa membawa kabar baik bagi Indonesia. Apalagi kita memiliki kekuatan seperti di speed climbing yang saat ini termasuk yang terkuat di dunia,” ujar Okto.
Okto menilai partisipasi dalam Asian Beach Games memiliki arti penting dalam proses pembinaan atlet nasional.
Ajang ini tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga berfungsi sebagai tolok ukur kesiapan atlet menuju multievent internasional lainnya seperti Asian Games, Youth Olympic Games, hingga Asian Indoor and Martial Arts Games (AIMAG).
Ia juga menegaskan bahwa pengiriman atlet dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan keterbatasan anggaran yang ada.
Meskipun demikian, pihaknya tetap berkomitmen mengirim cabang olahraga yang dinilai memiliki peluang besar meraih prestasi.
“Dengan berbagai keterbatasan, termasuk anggaran, kita tetap berupaya selektif mengirimkan cabang olahraga yang memiliki potensi. Terima kasih kepada federasi cabang olahraga dan Kemenpora atas dukungan yang diberikan,” kata Okto.
Di sisi lain, Chef de Mission Tim Indonesia, Krisna Bayu, memastikan bahwa seluruh atlet telah menjalani persiapan secara maksimal sebelum keberangkatan.
Ia menilai komposisi tim yang menggabungkan atlet senior dan junior menjadi kekuatan tersendiri untuk bersaing di ajang tersebut.
“Persiapan telah dilakukan semaksimal mungkin. Kami membawa kombinasi atlet senior dan junior yang diharapkan mampu membuka peluang medali,” ujar Krisna Bayu.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Panjat Tebing Indonesia (PB FPTI), Yenny Wahid, yang turut hadir dalam acara pelepasan, menekankan pentingnya partisipasi atlet Indonesia dalam kompetisi internasional sebagai bagian dari penguatan kualitas atlet.
“Setiap ajang internasional memiliki nilai strategis, baik untuk peningkatan kemampuan teknis maupun mental bertanding,” kata Yenny Wahid.
Ia menjelaskan bahwa tim panjat tebing Indonesia yang diberangkatkan ke Sanya merupakan perpaduan antara atlet berpengalaman di level dunia dan atlet muda yang tengah menunjukkan performa menjanjikan.
“Beberapa atlet dunia kembali diturunkan, dikombinasikan dengan atlet muda yang sedang naik daun,” ujarnya.
Menurutnya, langkah ini menjadi bagian dari proses regenerasi sekaligus upaya memperkuat fondasi tim nasional ke depan.
“Yang membanggakan adalah semangat mereka untuk bangkit dan terus berprestasi demi Indonesia,” katanya.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]