Konsistensi performa para atlet selama menjalani rangkaian turnamen di Eropa mendapat apresiasi dari Koordinator Pelatih Para Bulu Tangkis Indonesia, Jarot Hernowo.
Menurutnya, hasil tersebut memiliki arti penting karena menjadi indikator kesiapan atlet menghadapi Asian Para Games 2026.
Baca Juga:
Berlaga di Sirprov PBSI Sumut, Ryoji Sarumaha Siswa SD Asal Gunungsitoli Rebut Medali Perunggu
Jarot menjelaskan bahwa kejuaraan di Prancis dan Irlandia diikuti banyak atlet elite Asia yang juga tengah berburu poin peringkat dunia untuk lolos ke Asian Para Games.
"Di nomor-nomor tertentu, pesertanya kebanyakan dari ranking lima besar Asia. Mereka itulah yang nanti akan ikut di Asian Para Games 2026. Dan, kalau melihat dari klasemen yang ada, atlet-atlet unggulan kita sudah menempati posisi yang Insya Allah lolos dalam kualifikasi untuk bertanding di Asian Para Games," kata Jarot, Rabu (1/7/2026).
Menurut Jarot, atmosfer persaingan menuju Asian Para Games sebenarnya sudah mulai terasa sejak dua turnamen di Eropa tersebut.
Baca Juga:
Tampil Dominan, Jojo Amankan Tiket Delapan Besar Badminton Asia Championship 2026
Hampir seluruh nomor unggulan Indonesia mendapat tantangan berat dari atlet-atlet Asia yang memiliki kualitas seimbang.
Salah satu persaingan paling sengit terjadi di nomor ganda putri SL3-SU5. Pasangan Indonesia, Leani Ratri Oktila/Khalimatus Sadiyah, harus mengakui keunggulan wakil India, Manasi Girishchandra Joshi/Thulasimanthi Murugesan, pada final di Prancis dengan skor 19-21, 21-15, 21-11.
Namun, pasangan Indonesia berhasil membalas kekalahan tersebut pada final di Irlandia setelah menang 21-14, 13-21, 21-17.