"Persaingan di antara atlet dari Asia sangat ketat karena di nomor-nomor yang menjadi unggulan kita saingan utamanya sebagian besar dari atlet Asia. Hanya ada satu atau dua nomor saja yang pesaingnya datang dari benua lain," tutur Jarot.
Ubah Pola Permainan Jadi Kunci
Baca Juga:
Berlaga di Sirprov PBSI Sumut, Ryoji Sarumaha Siswa SD Asal Gunungsitoli Rebut Medali Perunggu
Leani Ratri Oktila mengaku bersyukur atas pencapaian yang diraih selama menjalani tur Eropa.
Baginya, keberhasilan membawa pulang tiga medali emas dari Irlandia terasa sangat spesial karena turnamen tersebut merupakan kompetisi level tertinggi dalam kalender resmi BWF.
"Puji Tuhan hasil di dua event kemarin seperti yang diinginkan," kata Ratri.
Baca Juga:
Tampil Dominan, Jojo Amankan Tiket Delapan Besar Badminton Asia Championship 2026
Leani mengungkapkan bahwa perubahan strategi menjadi faktor utama keberhasilan dirinya bersama Khalimatus Sadiyah merebut kembali gelar juara di nomor ganda putri SL3-SU5 setelah sebelumnya kalah dari pasangan India di Prancis.
"Kita kalah (di Perancis) lewat pertandingan yang ketat. Dari sisi head to head juga kita saling mengalahkan. Di turnamen level satu (Irlandia), kita bisa menang karena lebih siap dan mau mengubah pola permainan," ungkap Ratri.
Meski berhasil membalas kekalahan, Leani menilai pasangan-pasangan asal India masih menjadi ancaman serius yang harus diwaspadai menjelang Asian Para Games 2026.