“Kedepannya kami akan membuat sertifikasi untuk melatih. Peserta TOT yang ada di sini akan mengikuti sertifikasi tersebut, dengan catatan harus membuat aktualisasi dari kegiatan yang sudah dilakukan. Kami akan memonitor setiap langkah Bapak dan Ibu dalam mengaktualisasikannya di masyarakat,” imbuhnya.
Ahmad menjelaskan, proses aktualisasi tersebut diperlukan agar materi yang diperoleh peserta selama kegiatan tidak berhenti sebatas teori maupun pelatihan di dalam kelas.
Baca Juga:
Kemenpora Tingkatkan Kapasitas Pelatih demi Masa Depan Olahraga Disabilitas Indonesia
Pengetahuan dan keterampilan yang didapat diharapkan benar-benar diterapkan melalui aktivitas pembinaan di lingkungan masing-masing.
Dengan demikian, keberadaan TOT BERDAYA tidak hanya menjadi sarana peningkatan wawasan bagi para peserta, tetapi juga menjadi bagian dari tahapan pembentukan tenaga penggerak olahraga disabilitas yang mampu bekerja secara profesional dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Program sertifikasi yang tengah disiapkan Kemenpora juga diharapkan dapat mendorong terbentuknya standar kompetensi pelatih yang lebih jelas.
Baca Juga:
Menpora Erick Thohir Sambut Positif Maraknya Klub Dunia Gelar Pramusim di Indonesia
Hal tersebut penting agar pembinaan atlet disabilitas tidak hanya bertumpu pada pengalaman pribadi, tetapi juga didukung kemampuan teknis dan standar profesional yang dapat diukur.
Sementara itu, Endar Lubis yang hadir mewakili Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bogor mengapresiasi kepercayaan Kemenpora yang menjadikan Kabupaten Bogor sebagai lokasi pelaksanaan TOT Penggerak Olahraga Disabilitas BERDAYA.
Endar yang juga dikenal sebagai atlet, pelatih, sekaligus wasit catur bertaraf internasional berharap seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian pelatihan dengan serius dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kemampuan masing-masing.