Menurut Wahyu, dua seri kejuaraan dunia tersebut merupakan bagian penting dari program tryout yang telah disusun FPTI dalam mempersiapkan atlet menghadapi persaingan di Asian Games mendatang.
“Semoga di seri berikutnya yang tentunya itu di Chamonix, menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan dua tryout kita, yang tentunya bersama-sama kita bisa menghasilkan sesuatu yang maksimal,” harapnya.
Baca Juga:
Resmi Gabung Arsenal, Illan Meslier Bidik Banyak Gelar Bersama The Gunners
Pada seri Chamonix, PP FPTI menurunkan total 10 atlet. Sebanyak tujuh atlet akan berlaga pada nomor speed, sementara tiga atlet lainnya tampil di nomor lead.
FPTI berharap kedua nomor tersebut mampu memberikan hasil terbaik dan menambah koleksi medali Indonesia.
Harapan besar juga disematkan pada nomor lead setelah sebelumnya Putra Tri Ramadani atau yang akrab disapa Srondeng berhasil mempersembahkan medali emas pada World Climbing Series Praha 2026 di Republik Ceko yang berlangsung pada Juni lalu.
Baca Juga:
Federasi Sepak Bola Argentina Disorot FBI, Investigasi Transaksi Ratusan Juta Dolar Dimulai
Keberhasilan tersebut menjadi sinyal positif bahwa nomor lead juga memiliki potensi besar untuk bersaing di level dunia.
“Semoga di Chamonix juga ada nomor lead (yang meraih medali), yang tentunya saat ini kita bisa bisa sedikit bergembira karena di lead sudah muncul Srondeng. Semoga di Chamonix nanti speed kita bisa maksimal dan di lead kita juga bisa maksimal,” terang Wahyu.
Wahyu menegaskan, seluruh rangkaian World Climbing Series yang diikuti tim Indonesia merupakan bagian dari strategi pembinaan dan persiapan jangka panjang menuju Asian Games 2026.