WAHANANEWS.CO, Jakarta - Di antara riuh kabar negeri, datang berita yang menyesakkan dada.
Seorang anak SD di NTT,
diduga mengakhiri hidupnya
karena tak mampu membeli buku dan pulpen.
Baca Juga:
Green Mindset Arief Nasrudin: PAM JAYA Andalkan Jatiluhur dan 13 Sungai, Tanpa Eksploitasi Air Tanah
Sedih ini amat dalam.
Tangan terasa kelu,
tak sanggup menulis panjang lebar.
Kata-kata seakan enggan hadir,
akal pun membeku,
gagal menalar dengan jernih.
Mengapa peristiwa seperti ini
masih terjadi di Nusantara
yang katanya kaya raya?
Mengapa masih banyak rakyat
hidup dalam susah dan derita?
Baca Juga:
Kemacetan Jakarta Kian Parah: Saatnya Pramono–Rano Mengakhiri 6,5 Tahun Kepemimpinan Syafrin Liputo di Dishub DKI
Mengapa sekolah-sekolah di negeri ini
belum mampu memastikan
buku dan pulpen gratis
bagi setiap siswa sekolah dasar?
Mengapa…
dan kita terus bertanya, mengapa.
Panjang, lebar, tanpa ujung.
Pertanyaan itu terus menggema,
“Mengapa?”
Mengapa?
Mengapa?
Mengapa?
Siapa yang sanggup menjawab
semua ini?
Warakas, Tg-Priok- Jakarta, Rabu 4 Februari 2026.
Wassalam,,,
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.