WAHANANEWS.CO, Jakarta - Gelombang kecerdasan buatan kian mengancam dunia kerja, dengan sejumlah profesi digital kini berada di garis depan potensi tergantikan mesin.
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau AI mulai mengubah lanskap pekerjaan secara signifikan, terutama pada profesi yang berkaitan erat dengan tugas digital dan mudah diotomatisasi.
Baca Juga:
Ngeri! AI Temukan Celah Mematikan di Program Lawas yang Dipakai Hingga Kini
Kemampuan AI yang semakin maju membuat berbagai pekerjaan yang sebelumnya dikerjakan manusia kini dapat diselesaikan lebih cepat oleh sistem otomatis, mulai dari penulisan kode hingga layanan pelanggan.
Situasi ini memunculkan kekhawatiran bahwa sejumlah profesi akan semakin rentan tergeser seiring meluasnya penerapan AI di berbagai sektor industri.
Hal tersebut tercermin dalam laporan Anthropic berjudul Labor Market Impacts of AI: A New Measure and Early Evidence yang mengkaji dampak awal AI terhadap pasar tenaga kerja.
Baca Juga:
Dunia Siap-Siap! OpenAI Prediksi Lompatan AI Lebih Cepat dari Dugaan
Dalam laporan itu disebutkan bahwa pekerjaan dengan tingkat paparan AI tinggi umumnya adalah pekerjaan berbasis layar, bersifat repetitif, dan relatif mudah dipelajari oleh sistem otomatis.
Sejumlah profesi bahkan disebut berada pada tingkat risiko tertinggi untuk tergantikan oleh AI dalam waktu mendatang.
Sepuluh profesi yang dinilai paling rentan terdampak AI didominasi oleh pekerjaan digital yang dikerjakan di depan komputer.