Profesi tersebut meliputi programmer, customer service, data entry, spesialis rekam medis, analis riset pasar dan pemasaran, tenaga penjualan grosir dan manufaktur, analis keuangan dan investasi, software QA atau penguji perangkat lunak, analis keamanan informasi, serta spesialis dukungan komputer.
Programmer disebut sebagai profesi dengan tingkat paparan AI tertinggi dalam daftar tersebut, diikuti oleh customer service dan data entry yang juga memiliki risiko besar untuk diotomatisasi.
Baca Juga:
Ngeri! AI Temukan Celah Mematikan di Program Lawas yang Dipakai Hingga Kini
Selain itu, pekerjaan seperti analis riset pasar, tenaga penjualan, analis keuangan, hingga spesialis keamanan informasi juga termasuk dalam kategori rentan terhadap perkembangan AI.
Di sisi lain, terdapat sejumlah profesi yang dinilai relatif aman dari ancaman AI karena membutuhkan keterampilan fisik, interaksi langsung, serta kehadiran manusia di lapangan.
Dalam laporan Anthropic disebutkan bahwa sekitar 30 persen pekerja di Amerika Serikat memiliki tingkat paparan AI nol persen sehingga kecil kemungkinan tergantikan dalam waktu dekat.
Baca Juga:
Dunia Siap-Siap! OpenAI Prediksi Lompatan AI Lebih Cepat dari Dugaan
Profesi yang tergolong lebih aman tersebut antara lain guru dan tenaga pendidik, perawat dan praktisi kesehatan, pekerja pertanian, mekanik sepeda motor, koki, pencuci piring, penjaga pantai, bartender, penjaga ruang ganti, serta pengacara litigasi.
Pekerjaan-pekerjaan tersebut dinilai sulit digantikan karena menuntut empati, keterampilan fisik, komunikasi langsung, serta kemampuan merespons situasi yang kompleks.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]