WAHANANEWS.CO, Jakarta - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menekankan urgensi keterlibatan aktif generasi muda dalam menghadapi era transformasi industri nasional yang kian dinamis.
Menurutnya, peran tersebut dapat diwujudkan melalui penguatan inovasi berbasis sains dan teknologi yang relevan dengan kebutuhan zaman, Sabtu (25/4/2026).
Baca Juga:
Kemdiktisaintek dan PLN Bersinergi Kembangkan Energi Surya untuk Masa Depan
Dalam arahannya, Mendiktisaintek menjelaskan bahwa berbagai perubahan global baik yang dipicu oleh disrupsi teknologi, krisis multidimensi, maupun dinamika ekonomi internasional perlu disikapi secara konstruktif sebagai peluang strategis untuk melahirkan inovasi baru.
Ia menilai, hanya pelaku usaha serta inovator yang mampu mengintegrasikan hasil riset dengan pemanfaatan teknologi yang akan mampu bertahan sekaligus berkembang di tengah ketatnya persaingan global.
“Ke depan, bisnis, usaha, dan inovasi di Indonesia tidak mungkin berhasil tanpa sains dan teknologi. Jadi, kita harus memperkuat riset dan teknologi,” tegas Menteri Brian.
Baca Juga:
Kemdiktisaintek Buka Penilaian Kenaikan Jabatan Dosen 2026, Dorong Mutu Akademik Nasional
Lebih lanjut, Mendiktisaintek mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini masih menghadapi sejumlah tantangan struktural, salah satunya terkait rendahnya jumlah tenaga kerja berpendidikan tinggi yang terserap di sektor industri.
Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor penghambat dalam mendorong percepatan transformasi industri menuju sektor yang berbasis teknologi dan pengetahuan.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa setiap tantangan justru membuka ruang bagi munculnya solusi inovatif serta pemain-pemain baru, khususnya di tengah upaya Indonesia membangun fondasi industri yang lebih kuat.
Sejalan dengan kebijakan Diktisaintek Berdampak, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan talenta unggul.
Perguruan tinggi didorong untuk menjadi inkubator inovasi yang mampu menghasilkan solusi nyata bagi kebutuhan industri, sekaligus menjadi penggerak riset terapan, hilirisasi teknologi, dan kolaborasi strategis dengan dunia usaha.
“Mahasiswa dan alumni punya posisi strategis sebagai knowledged workforce yang akan menjadi tulang punggung transformasi ekonomi nasional. Maka, pengalaman pendidikan tinggi harus dimanfaatkan secara optimal untuk membangun keberanian dalam menciptakan solusi,” ujar Menteri Brian.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi yang erat antara perguruan tinggi dan sektor industri dalam menciptakan ekosistem inovasi yang berkelanjutan.
Menurutnya, industri yang mampu bertahan dan bersaing di tingkat global adalah industri yang didukung oleh riset yang kuat, penguasaan teknologi yang mumpuni, serta keterlibatan talenta-talenta unggul lulusan perguruan tinggi.
Dalam kesempatan tersebut, Mendiktisaintek turut memberikan apresiasi kepada pelaku industri nasional yang telah berhasil mengembangkan inovasi berbasis riset serta adaptif terhadap kebutuhan pasar.
Model kolaborasi semacam ini dinilai penting untuk diperluas guna mendorong lahirnya lebih banyak industri berbasis sains dan teknologi di Indonesia.
Sebagai penutup, Mendiktisaintek mengajak para peserta Novo Club untuk memiliki visi jangka panjang dalam membangun inovasi dan usaha yang berkelanjutan.
Ia menegaskan bahwa pencapaian besar tidak dapat diraih secara instan, melainkan membutuhkan ketekunan, daya tahan, serta komitmen tinggi terhadap kualitas dan dampak nyata bagi masyarakat.
Langkah tersebut sejalan dengan visi pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi, sekaligus mempercepat transformasi Indonesia menuju negara maju yang memiliki daya saing global yang kuat dan berkelanjutan.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]