WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kemudahan yang dicari pengguna dalam membuat password justru menjadi celah besar bagi peretas untuk membobol akun, mengancam keamanan identitas hingga potensi kehilangan saldo rekening secara signifikan.
Banyak pengguna masih memilih kata sandi sederhana bahkan menggunakan password yang sama di berbagai akun demi kemudahan mengingat, padahal praktik ini secara langsung meningkatkan risiko pembobolan oleh pihak tidak bertanggung jawab.
Baca Juga:
Bukan Anti Sosial, Ini Alasan Orang Cerdas Jarang Posting Kehidupan Pribadi
“Password yang mudah ditebak menjadi pintu masuk tercepat bagi pelaku kejahatan siber untuk mengambil alih akun,” demikian temuan yang disoroti dalam laporan penyedia keamanan kata sandi Specops.
Dalam praktiknya, serangan kerap menyasar koneksi Remote Desktop Protocol (RDP) milik Microsoft, yakni metode yang memungkinkan pengguna mengakses dan mengendalikan komputer atau server dari jarak jauh.
Metode ini tidak hanya dimanfaatkan secara sah oleh pengguna, tetapi juga menjadi target utama pelaku kejahatan siber untuk menyusup ke jaringan dengan berbagai teknik.
Baca Juga:
Sebutan "Bodat", Ketua DPRD Dairi Disomasi Kepala SD
“RDP sering dieksploitasi melalui brute force dengan mencoba berbagai kombinasi username dan password hingga menemukan yang cocok,” jelas laporan tersebut.
Teknik brute force memungkinkan peretas melakukan percobaan login secara berulang dalam waktu singkat, sehingga password yang lemah dapat dengan mudah ditembus.
Kondisi ini diperparah oleh kebiasaan pengguna yang masih menggunakan pola kata sandi sederhana dan mudah ditebak.
Specops mengungkapkan bahwa pihaknya telah menganalisis lebih dari 1 miliar password hasil kebocoran sepanjang tahun 2024, yang menunjukkan rendahnya kesadaran terhadap standar keamanan dasar.
“Hasil analisis kami menunjukkan banyak pengguna masih mengabaikan praktik keamanan password, bahkan untuk sistem yang bersifat krusial,” ungkap laporan tersebut pada Rabu (17/4/2025).
Temuan ini memperlihatkan bahwa kombinasi angka sederhana hingga kata umum masih mendominasi penggunaan password di berbagai platform.
Beberapa pengguna bahkan masih menggunakan kata sandi generik seperti ‘password’ atau variasinya yang sangat mudah ditebak oleh sistem otomatis peretas.
Berikut daftar password yang paling sering digunakan dan mudah dibobol: 123456, 1234, Password1, 12345, P@ssw0rd, password, Password123, Welcome1, 12345678, dan Aa123456.
Penggunaan password tersebut dinilai sangat berisiko karena menjadi target utama dalam berbagai upaya peretasan yang memanfaatkan database kata sandi umum.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]