WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pernah merasa otak semakin “lemot”, sulit berkonsentrasi, gampang bosan, dan tidak bersemangat mengerjakan sesuatu setelah terlalu lama rebahan atau menatap layar ponsel?
Kondisi tersebut mungkin bukan sekadar rasa malas biasa.
Baca Juga:
Ke Mana Febrie Adriansyah? Plt Jampidsus Mengaku Belum Tahu Keberadaannya
Dalam kajian psikologi dan neurosains, otak membutuhkan keterlibatan, tantangan, serta aktivitas bermakna agar fungsi perhatian dan kemampuan berpikir tetap terlatih.
Ketika seseorang terlalu lama menjalani rutinitas pasif, monoton, dan minim rangsangan, otak tidak langsung rusak atau menyusut.
Namun, kemampuan untuk mempertahankan fokus, mengendalikan perhatian, memecahkan masalah, dan menghadapi aktivitas yang membutuhkan usaha mental dapat menjadi kurang terasah.
Baca Juga:
KPK Ungkap Duit Hasil Pemerasan Diduga Mengalir ke Rumah dan Mobil Bupati Sukoharjo
Kondisi inilah yang dalam percakapan sehari-hari sering disebut sebagai “otak malas”.
Bukan Otaknya Malas, tetapi Jarang Ditantang
Otak manusia memiliki kemampuan neuroplastisitas, yakni kemampuan jaringan saraf untuk menyesuaikan diri berdasarkan pengalaman dan aktivitas yang dilakukan.