WAHANANEWS.CO, Jakarta - Meta baru saja memperkenalkan inisiatif baru bernama Meta Compute yang dirancang untuk memperkuat infrastruktur kecerdasan buatan (AI) perusahaan.
CEO Meta Mark Zuckerberg menjelaskan bahwa langkah ini bertujuan memperluas kapasitas energi perusahaan secara signifikan dalam beberapa tahun mendatang.
Baca Juga:
IKN Dikepung Banjir Awal 2026, Mentawir hingga Jalan Nasional Terendam
“Meta berencana membangun puluhan gigawatt pada dekade ini, dan ratusan gigawatt atau lebih seiring waktu. Cara kami merekayasa, berinvestasi, dan bermitra untuk membangun infrastruktur ini akan menjadi keunggulan strategis,” tulis Zuckerberg di Threads, dikutip Selasa (13/1/2026).
Untuk memimpin proyek ini, Zuckerberg menunjuk tiga eksekutif kunci. Santosh Janardhan, Kepala Infrastruktur Global Meta sejak 2009, akan menangani arsitektur teknis serta pembangunan dan pengoperasian pusat data dan jaringan global.
Daniel Gross, yang bergabung tahun lalu dan sebelumnya pendiri Safe Superintelligence, akan memimpin strategi kapasitas jangka panjang, kemitraan pemasok, analisis industri, dan pemodelan bisnis. Dina Powell McCormick, mantan pejabat pemerintah dan presiden baru Meta, akan fokus bekerja sama dengan pemerintah untuk membangun, menerapkan, dan membiayai infrastruktur perusahaan.
Baca Juga:
Ratusan Kilometer Tol Baru Resmi Beroperasi, Indonesia Kian Terkoneksi
Meta sebelumnya juga mengumumkan rencana belanja modal besar untuk membangun kapasitas AI. CFO Meta Susan Li menekankan bahwa pengembangan infrastruktur AI kelas atas akan menjadi keunggulan utama untuk menciptakan model AI terbaik dan pengalaman produk yang unggul.
Selain itu, Meta telah meneken tiga perjanjian untuk membeli pasokan energi nuklir dalam jumlah besar guna mendukung pusat data mereka dan ambisi “superintelligence” AI. Zuckerberg memperkirakan hingga 2028, perusahaan akan mengeluarkan 600 miliar dolar AS untuk infrastruktur AI dan pengembangan lapangan kerja terkait.
Meta Compute diharapkan menjadi fondasi utama bagi ekspansi besar-besaran perusahaan dalam bidang AI dan menjaga posisi kompetitifnya di industri teknologi global.
[Redaktur: Alpredo Gultom]