WahanaNews.co | Suara dentuman yang menggelegar kembali terjadi di Sukabumi, sejumlah warga Sukabumi mengaku mendengar suara gelegar misterius pada Jumat (30/12/2022) malam. Suara yang terdengar memiliki durasi dan bunyi yang berbeda.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan belum menerima laporan terkait peristiwa tersebut. BMKG lebih dahulu akan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
Baca Juga:
Junta Militer Myanmar Umumkan Gencatan Senjata Sementara Pascagempa Mematikan
"Sejauh ini belum ada info-laporan dari BPBD setempat. Kalau ada info saya update di grup media. Masih saya konfirm dengan BPBD," singkat Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Teguh Rahayu melalui aplikasi perpesanan kepada awak media, Sabtu (31/12/2022).
Dikonfirmasi terpisah, Yan Firdaus Prakirawan Cuaca BMKG Bandung mengatakan hal senada. Menurutnya belum ada informasi atau laporan terkait suara gemuruh.
"Sejauh ini belum ada ya (informasi/laporan) terkait suara gemuruh, belum ada," kata Yan.
Baca Juga:
Indonesia Siap Mitigasi Dampak Negatif Tarif Impor AS Terhadap Produk Buatan Indonesia
Soal fenomena serupa yang kerap terjadi di wilayah Jawa Barat ia pun menjelaskan hingga saat ini belum ada jawaban pasti terkait hal itu.
"Sejauh ini belum ada jawaban yang pasti, sudah bertahun-tahun juga enggak ada jawaban pasti karena semua pengamatan alat pengamatan BMKG tidak menangkap apa-apa, (termasuk tadi malam di Sukabumi?) Iya semua tidak menangkap apa-apa berkali-kali itu," pungkasnya.
Sebelumnya, suara menggelegar terdengar sejumlah tempat di Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (20/12/2022) malam.
Warga mendengar suara gelegar itu dengan durasi dan bunyi yang berbeda, alhasil warga heboh hingga mungcul berbagai dugaan terkait suara tersebut.
Dikky, warga Palabuhanratu mengaku mendengar suara itu seperti suara gemuruh menjelang hujan. Ia mendengar selama kurang lebih 10 detik, ia sempat melihat keluar jendela dan melihat situasi cerah.
"Suaranya mirip gelegar petir mau hujan, saya lihat buka tirai jendela suasana cerah. Kemarin-kemarin kan memang hujan, jadi saya pikir mau hujan besar, suaranya gelegar lalu gemuruh bergantian," ungkapnya, Sabtu (31/12/2022).
Sebelumnya, kejadian yang sama juga pernah terjadi, suara dentuman yang menggelegar di wilayah Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Namun BMKG memastikan suara tersebut bukan akibat aktivitas kegempaan, BMKG menyebut tiga kemungkinan akibat dinamika atmosfer seperti sambaran petir, sonic boom, dan aktivitas pertambangan.(jef)