Terra Drone Indonesia sendiri memiliki banyak pengalaman inspeksi struktur vertikal, di mana kurang lebih 100 flare stack serta 1.000 power pole yang telah berhasil diinspeksi.
Dalam pengoperasiannya, drone terbang mengikuti ketinggian tower, dengan jarak 5-10 meter dari tower untuk mendapatkan gambar yang detail & jernih oleh pilot Terra Drone yang terlatih dan berpengalaman.
Baca Juga:
Perang Makin Panas, Rusia Lancarkan 90 Drone Shahed Iran ke Ukraina
Manfaat penggunaan drone dalam menginspeksi tower telekomunikasi ini adalah berkurangnya kebutuhan inspeksi visual yang biasanya dilakukan dengan cara memanjat, di mana memiliki risiko sangat tinggi bagi pekerja.
Selain itu, inspeksi visual yang dilakukan mendukung konsep predictive maintenance sehingga fungsi dari tower sebagai salah satu infrastruktur telekomunikasi dapat terjaga, ujar Michael Wishnu Wardana, Managing Director Terra Drone Indonesia, melalui siaran resmi yang diterima media.
Terra Drone Indonesia sebelumnya sudah memiliki banyak pengalaman dengan PT Chevron Pacific Indonesia sebelum berubah menjadi PT Pertamina Hulu Rokan.
Baca Juga:
Rusia Hujani Drone Ukraina, 77 Pesawat Nirawak Ditembak Jatuh dalam Semalam
Pengalaman tersebut diperoleh dari kerjasama antara Terra Drone Indonesia dengan PT Radiant Utama Interinsco Tbk. serta PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero).
Terra Drone sangat mendukung pemanfaatan teknologi drone di sektor migas.
Dengan pengalaman dan sistem manajemen kualitas serta keselamatan yang dimiliki, Terra Drone percaya bahwa drone dapat sangat bermanfaat untuk diterapkan di sektor migas.