TNI AU Buka Suara, Terkait Video Viral Pesawat Tempur F16 Dicuci Manual Seperti Mobil
WAHANANEWS.CO, Jakarta - TNI Angkatan Udara (AU) menyebut proses mencuci pesawat tempur F16 secara manual seperti dalam video viral di media sosial beberapa waktu terakhir sesuai prosedur.
Baca Juga:
OPM Ungkap Syarat Pembebasan Pilot Susi Air, Tidak Menyerang Pakai Bom
"Ada yang viral, pesawat F-16 dicuci. Itu yang kami lakukan. Kami memang mencucinya ya kami naik di atas sayap, kami cuci, kami lap. Ya seperti itu, dengan kami menyentuh langsung," ujar Komandan Skadron Teknik (Danskatek) 022 Letkol Tek Dzulkifli Effendi pada Rabu (19/2), dikutip dari Antara.
Sebelumnya kanal Youtube JackOMural mengunggah video pendek mengenai prajurit TNI mencuci pesawat tempur F-16.
Dalam deskripsi video tersebut, ia menjelaskan para prajurit mencuci pesawat tempur F-16 seperti mencuci mobil pribadi. Dia juga membandingkan dengan proses pencucian pesawat tempur di Amerika Serikat yang mulai menggunakan robot.
Baca Juga:
Berbekal Perangkat Jadul, Houthi Nekat Lawan AS yang Andalkan Jet Tempur Canggih F-35
Merespons video tersebut, Dzulkifli mengatakan prosedur mencuci secara manual dapat membantu menemukan titik permasalahan yang ada di pesawat tempur. Menurutnya, hal ini merupakan bagian dari pemeliharaan dan perawatan.
"Bukan berarti kami ngelap gini, ngelap-ngelap saja, tidak. Sambil kami lihat, di situ ada enggak yang skin loose misalnya, kemudian net-nya loose, kemudian ini kok ada yang seperti ini, gitu. Sambil kami bersihkan itu sambil kami inspeksi, kami cek satu per satu, ada masalah enggak ini?" tuturnya.
Dzulkifli mencontohkan salah satu kondisi pesawat yang harus dilaksanakan pencucian adalah setelah terbang melewati lautan.
Lebih lanjut, Dzulkifli menjelaskan prosedur pencucian dimulai dari pre-dock atau pesawat datang. Lalu, petugas melakukan pengecekan rutin, dan mencuci pesawat.
"Kami catat nih, ini laporannya. Ini skin di sini kelihatan ada crack (retak, red.). Ada potensi crack gitu ya. Sama tim yang in-dock itu akan dicek, 'oh, betul Pak. Ini ada crack'. Kami laksanakan NDI (nondestructive inspection)," pungkasnya.
[Redaktur: Alpredo Gultom]