WahanaNews.co, Jakarta - Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Administrasi Jakarta Timur menggelar kegiatan “Ngopi Cetar (Ngobrol Pintar Cegah Tawuran)” sebagai upaya memperkuat pencegahan tawuran sekaligus meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap dampak negatif penggunaan media sosial.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 3 Kantor Kelurahan Klender, Kecamatan Duren Sawit, Kamis (11/6/2026), dibuka oleh Sekretaris Kota (Sekko) Administrasi Jakarta Timur, Eka Darmawan. Dalam sambutannya, Eka menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan, khususnya untuk mencegah tawuran yang melibatkan generasi muda.
Baca Juga:
Resmi Jabat Kepala Kesbangpol Jakarta, Ini Yang Dilakukan Muhamad Matsani di Minggu Pertama
Menurutnya, pencegahan tawuran tidak dapat dilakukan oleh pemerintah maupun aparat penegak hukum semata, tetapi memerlukan keterlibatan aktif masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, keluarga, serta lembaga kemasyarakatan di tingkat lingkungan.
“Kita harus membangun kesadaran bersama bahwa menjaga keamanan lingkungan merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Dengan sinergi yang kuat, berbagai potensi konflik, termasuk tawuran, dapat dicegah sejak dini,” ujar Eka.
Hadir sebagai narasumber, Kasat Binmas Polres Metro Jakarta Timur AKBP Dedi Nurhadi yang menyampaikan materi mengenai Sinergi Masyarakat dan Polri dalam Menanggulangi Tawuran di Jakarta Timur. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya peran masyarakat dalam memberikan informasi dini serta membangun komunikasi yang baik dengan aparat keamanan guna mencegah terjadinya aksi tawuran.
Baca Juga:
98 Calon Paskibraka Kota Jakarta Pusat 2025 Masuk Seleksi Tahap Akhir
Sementara itu, Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Cyril Raoul Hakim, memaparkan materi “Komunikasi untuk Rekonsiliasi dalam Penanganan Tawuran Menuju Jakarta sebagai Kota Global”. Ia menjelaskan bahwa pendekatan komunikasi yang efektif dan edukatif menjadi salah satu strategi penting dalam membangun rekonsiliasi serta mencegah konflik sosial di tengah masyarakat.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Suku Badan Kesbangpol Kota Administrasi Jakarta Timur, Ari Budi Yuswanto, mengatakan bahwa kegiatan Ngopi Cetar menjadi ruang edukasi sekaligus rekonsiliasi bagi masyarakat agar semakin peduli terhadap keamanan dan kenyamanan lingkungan.
Menurut Ari, forum tersebut juga bertujuan memperkuat komunikasi dan koordinasi antar pemangku kepentingan dalam upaya pencegahan tawuran, sekaligus menghimpun berbagai masukan dan aspirasi warga sebagai bentuk partisipasi aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam memitigasi pengaruh negatif media sosial yang kerap menjadi pemicu konflik dan tawuran di kalangan remaja.
“Kami berharap minimal setelah pertemuan ini kita bisa melakukan mitigasi dengan memantau media sosial, seperti akun-akun yang berkaitan dengan tawuran maupun akun yang menyebarkan konten negatif lainnya. Hal itu dapat dicegah dengan memberikan pemahaman kepada anak-anak kita agar wilayah Klender dan sekitarnya tetap damai, kondusif, dan tertib,” kata Ari.
Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta yang berasal dari Kecamatan Duren Sawit dan Kecamatan Pulo Gadung. Peserta terdiri atas unsur Dewan Kota, Tim Penggerak PKK, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), pengurus RT/RW, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta Karang Taruna.
Dalam sesi diskusi, warga menyampaikan sejumlah usulan, salah satunya terkait kebutuhan penyediaan fasilitas olahraga di Kelurahan Klender, Kecamatan Duren Sawit, dan Kelurahan Cipinang, Kecamatan Pulo Gadung. Warga menilai fasilitas olahraga dapat menjadi sarana positif bagi generasi muda untuk menyalurkan energi, minat, dan kreativitas sehingga terhindar dari berbagai perilaku negatif, termasuk tawuran.
Melalui kegiatan Ngopi Cetar, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur berharap angka tawuran dapat terus ditekan serta tercipta lingkungan yang aman, nyaman, harmonis, dan kondusif melalui keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat.
[Redaktur: Jupriadi]