WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pernahkah Anda bertanya-tanya mana yang sebenarnya tepat?
Di tengah pergulatan lidah dan pena yang silih berganti menyebut bulan suci umat Islam, ternyata ada jawaban pasti yang telah ditetapkan dalam khazanah bahasa Indonesia.
Baca Juga:
Sidak Pasar Cisalak, Plh Wali Kota Depok Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil Jelang Ramadan
Ramadan dan Ramadhan—dua kata yang identik namun berbeda dalam kaidah bahasa. Bagaikan dua sisi mata uang, keduanya melambangkan bulan kesembilan dalam penanggalan Hijriah yang dinanti umat Muslim di seluruh penjuru dunia.
Namun, seperti halnya setiap aturan memiliki ketentuan, bahasa pun memiliki bakunya tersendiri.
Merujuk pada otoritas tertinggi bahasa Indonesia, KBBI VI Daring yang dikeluarkan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek, terungkap bahwa "Ramadan" adalah bentuk baku yang diakui secara resmi.
Baca Juga:
Jelang Ramadan, UKT 2 Kepulauan Seribu Bersihkan Tempat Pemakaman Umum
Sementara "Ramadhan" telah ditetapkan sebagai bentuk yang menyimpang dari kaidah baku bahasa Indonesia.
Ditinjau dari akar katanya, Ramadan berasal dari bahasa Arab yang menyimpan makna mendalam sebagai bulan kesembilan dalam kalender Hijriah.
Bulan istimewa ini merupakan masa di mana setiap Muslim yang telah mencapai usia akil balig menjalankan kewajiban puasa sesuai dengan tuntunan syariat Islam.
Menurut Kalender Hijriah Indonesia 2025 yang diterbitkan oleh Kementerian Agama (Kemenag), Ramadan tahun ini bertepatan dengan 1446 Hijriah.
Penanggalan hijriah sendiri didasarkan pada peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah pada tahun 622 Masehi, yang kemudian menjadi titik awal kalender Islam.
Hingga saat ini, pemerintah Indonesia belum menetapkan tanggal pasti awal Ramadan 1446 Hijriah.
Penentuan tersebut akan dilakukan melalui sidang isbat yang digelar pada Jumat (28/2/2025), di Auditorium H.M. Rasjidi, Kementerian Agama, Jakarta Pusat.
Kesalahan Penulisan Kata Lainnya
Tak hanya Ramadan, beberapa istilah terkait dengan ibadah umat Islam juga sering salah ditulis.
Berikut adalah 10 kata yang sering keliru beserta bentuk yang benar menurut KBBI:
✅ salat [benar] – sholat [salah] ❌
✅ sahur [benar] – saur [salah]❌
✅ beduk [benar] – bedug [salah]❌
✅ masjid [benar] – mesjid [salah]❌
✅ jemaah [benar] – jamaah [salah]❌
✅ Al-Qur'an [benar] – alquran [salah]❌
✅ takjil [benar] – ta'jil [salah]❌
✅ musala [benar] – mushola [salah]❌
✅ wudu [benar] – wudhu [salah]❌
✅ tarawih [benar] – taraweh [salah]❌
✅ zikir [benar] - dzikir [salah]❌
✅ azan [benar]- adzan [salah]❌
✅ idulfitri [benar]- idul fitri [salah]❌
Cara Cek Penulisan Kata yang Benar di KBBI
Menulis dengan ejaan yang benar sesuai Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) penting untuk memastikan penggunaan bahasa yang baku dan sesuai standar.
Jika merasa ragu dengan penulisan suatu kata, Anda bisa mengeceknya langsung di KBBI Daring. Berikut langkah-langkah mudah untuk mengecek penulisan kata yang benar:
1. Buka KBBI Daring: kbbi.kemdikbud.go.id/Beranda.
2. Klik "Mulai pencarian".
3. Ketik kata yang ingin dicari di kolom pencarian, lalu klik tombol ikon kaca pembesar berwarna biru.
4. Jika kata yang dicari memiliki penulisan yang benar, laman akan menampilkan makna serta bentuk tidak baku dari kata tersebut.
5. Namun, jika kata yang dicari memiliki penulisan yang keliru, laman akan mengarahkan pengguna ke versi yang benar.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]