WahanaNews.co, Jakarta - Menjelang bulan Ramadan, kebutuhan perempuan terhadap produk modest fesyen yang fungsional dan mudah dipadupadankan semakin meningkat. Aktivitas yang semakin beragam selama Ramadan membuat item fesyen praktis, namun tetap stylish, menjadi pilihan utama.
Menjawab kebutuhan tersebut, brand modest fesyen lokal Zyta Delia menghadirkan beragam koleksi yang dekat dengan keseharian perempuan Indonesia. Mulai dari printed scarf, basic scarf, tas, sepatu, hingga aksesori, Zyta Delia secara konsisten menghadirkan koleksi modest fesyen yang relevan dengan tren terkini.
Baca Juga:
Menggugat Kesaktian Klausul Parkir yang Merugikan Konsumen
Melalui kampanye Shopee 2.2 Ramadan Fashion Sale yang berlangsung pada 25 Januari hingga 3 Februari, brand besutan Zyta Delia Rahma ini meluncurkan rangkaian koleksi fesyen dan aksesori terbaru yang dirancang untuk menemani berbagai momen pengguna selama Ramadan.
“Ramadan selalu menjadi momen penting bagi kami untuk lebih peka melihat kebutuhan konsumen. Sejak awal, Zyta Delia berfokus menghadirkan produk modest fesyen yang stylish sekaligus fungsional,” ujar Zyta Delia Rahma, Founder Zyta Delia.
Ia menambahkan, dukungan ekosistem digital seperti Shopee memungkinkan brand lokal untuk lebih cepat membaca tren dan menghadirkan produk yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan. “Dari situ, Zyta Delia terus tumbuh sebagai brand modest fesyen lokal yang relevan,” kata Zyta.
Baca Juga:
Kasus Perlindungan Konsumen Richard Lee Bakala Diperiksa Polisi pada 4 Februari 2026
Perjalanan Zyta Delia berawal dari kondisi ekonomi keluarga yang tidak menentu. Sejak masih berkuliah, Zyta Delia Rahma mulai berjualan untuk membantu perekonomian keluarga, mulai dari menjual makanan di kampus hingga memanfaatkan keterampilan menjahit yang ia peroleh dari latar belakang pendidikan tata busana.
Pada usia 22 tahun, Zyta mendirikan brand Zyta Delia secara mandiri. Keputusan untuk berhijab menjadi titik balik dalam perjalanan usahanya. Dengan sisa modal sekitar Rp3 juta, Zyta mulai memproduksi hijab sendiri, mulai dari membeli kain di pasar, menjahit bagian tepi, hingga memasarkan produk ke kerabat terdekat.
Keterbatasan suplai kain mendorong Zyta untuk beralih ke desain hijab printing agar produksi lebih terkontrol dan dapat ditingkatkan secara bertahap. Seiring berjalannya waktu dan semakin kuatnya pemahaman terhadap pasar, Zyta Delia pun memperluas lini produknya ke kategori lifestyle, seperti tas wanita.
Zyta Delia menghadirkan tas dengan kualitas tinggi dan pilihan warna yang beragam, bahkan hingga 25 warna dalam satu bulan, untuk menjawab kebutuhan daily wear konsumen.