Namun, sebelum dana ditransfer, sapi itu keburu tumbang.
“Saya masih ingat waktu Ibu Riska dari Istana mengingatkan saya agar terus menjaga keamanan dan keselamatan Turbo hingga Lebaran. Tapi kenyataannya, belum sempat uang ditransfer, dia tiba-tiba mati,” kata Dedi.
Baca Juga:
DPR Dorong Evaluasi KIP Kuliah dan Pemetaan Penyebab 68 Persen Usia Kuliah Belum Kuliah
Sejak sapi miliknya dinyatakan terpilih pada awal Mei, Dedi mengaku meningkatkan pengawasan dan keamanan.
Ia bahkan mengikuti video konferensi resmi dengan perwakilan Istana, bersama enam peternak lain dari berbagai daerah.
“Ini bukan soal uang semata. Ini soal kehormatan. Sapi saya dipilih langsung untuk Presiden. Kebanggaan seperti itu jarang datang dua kali,” tuturnya.
Baca Juga:
DPR Bakal Temui Partai Non-Parlemen untuk Serap Aspirasi Penyusunan RUU Pemilu
Kini, impian Dedi untuk mengembangkan usaha peternakan pun terpaksa kandas. Meski menahan kekecewaan, ia tak menunjuk pihak mana pun secara langsung.
“Saya pasrah. Kalau memang ada orang yang iri atau tidak senang, biarlah Allah yang membalas. Saya tidak bisa berbuat apa-apa,” pungkasnya.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.