WAHANANEWS.CO, Jakarta – Film Dan Bandung dijadwalkan menyapa penonton di seluruh bioskop Indonesia mulai 20 Agustus 2026.
Film yang disutradarai Rudi Soedjarwo ini mengangkat kisah romansa anak muda melalui perjalanan hubungan Basil dan Elma.
Baca Juga:
DPR RI dan Parlemen Korea Selatan Bahas Perdagangan hingga Perlindungan Pekerja Migran
Diproduksi oleh Verona Films, Dan Bandung menjadi bagian dari semesta cerita yang terinspirasi dari karya Pidi Baiq.
Film ini menawarkan perpaduan antara kisah cinta, perbedaan latar belakang, serta atmosfer Kota Bandung yang menjadi salah satu elemen penting dalam perjalanan kedua karakter utamanya.
Antusiasme penonton terhadap film tersebut mulai terlihat melalui gelaran gala premiere yang berlangsung di Surabaya.
Baca Juga:
Tampung Aspirasi Warga, TB Hasanuddin Dorong Pelatihan UMKM bagi Masyarakat Sumedang
Dalam kesempatan itu, para penonton diajak mengikuti perjalanan Basil dan Elma sekaligus menikmati suasana Bandung yang menjadi latar utama kisah mereka.
Tidak berhenti di Surabaya, rangkaian gala premiere Dan Bandung juga digelar di sejumlah kota menjelang penayangan nasional.
Agenda tersebut berlangsung di Semarang pada 7 Agustus, Yogyakarta pada 8 Agustus, Makassar pada 9 Agustus, Jakarta pada 12 Agustus, dan ditutup di Bandung pada 15 Agustus.
Mengusung cerita tentang kehidupan anak muda, romansa dengan perbedaan latar belakang, serta Kota Bandung sebagai ruang berkembangnya hubungan para karakter, Dan Bandung berusaha menghadirkan cerita yang dekat dengan pengalaman generasi muda.
Selain kisah Basil dan Elma, terdapat sejumlah hal yang membuat film ini menarik untuk dinantikan.
Berikut tiga di antaranya.
1. Mengangkat Semesta Karya Pidi Baiq
Salah satu daya tarik utama Dan Bandung terletak pada keterkaitannya dengan semesta karya Pidi Baiq.
Penulis yang dikenal lewat cerita-cerita romantis dengan karakter dan dialog yang kuat tersebut kembali menghadirkan dunia yang dekat dengan kehidupan anak muda.
Nuansa cerita Pidi Baiq selama ini identik dengan gaya penceritaan yang ringan, puitis, sekaligus mampu menggambarkan perasaan dan dinamika hubungan antarkarakter.
Unsur tersebut menjadi bagian yang diharapkan dapat memberikan warna tersendiri dalam Dan Bandung.
Sebelumnya, sejumlah karya Pidi Baiq juga telah diadaptasi ke layar lebar.
Beberapa di antaranya adalah Dilan 1990, Dilan 1991, Milea: Suara dari Dilan, hingga Ancika: Dia yang Bersamaku 1995.
Kali ini, cerita berfokus pada Basil dan Elma.
Kehadiran dua karakter tersebut diharapkan memberikan pengalaman baru bagi penonton melalui hubungan, konflik, serta momen-momen romantis yang tetap memiliki karakteristik khas semesta Pidi Baiq.
2. Kota Bandung Menjadi Bagian Penting Cerita
Bukan sekadar menjadi tempat berlangsungnya cerita, Bandung memiliki peran penting dalam membangun atmosfer Dan Bandung.
Berbagai sudut Kota Kembang dimanfaatkan untuk memperkuat perjalanan hubungan Basil dan Elma.
Salah satu lokasi yang muncul dalam film adalah kawasan kolong jembatan Alun-alun.
Tempat tersebut menjadi bagian dari perjalanan hubungan kedua karakter sekaligus memperlihatkan sisi lain Kota Bandung yang menjadi latar kisah mereka.
Suasana Bandung yang santai, khas, dan memiliki nuansa nostalgia turut mendukung cerita yang ingin disampaikan.
Kehadiran berbagai lokasi kota diharapkan membuat perjalanan Basil dan Elma terasa semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Bandung sendiri bukan kali pertama digunakan sebagai latar dalam film bergenre romantis.
Kota tersebut sebelumnya juga menjadi bagian dari cerita sejumlah film seperti Dilan, Milea: Suara dari Dilan, Perahu Kertas, dan Jomblo.
Melalui Dan Bandung, Kota Kembang kembali mendapatkan ruang sebagai bagian dari kisah percintaan anak muda.
Latar kota sekaligus menjadi elemen yang memperkuat identitas film dan membedakannya dari cerita romantis lainnya.
3. Rudi Soedjarwo Kembali Menggarap Film Romantis
Nama Rudi Soedjarwo juga menjadi salah satu daya tarik Dan Bandung.
Sutradara tersebut memiliki rekam jejak panjang dalam perfilman Indonesia dan pernah menggarap film romantis yang kemudian menjadi salah satu karya ikonik, yakni Ada Apa dengan Cinta? yang dirilis pada 2002.
Film tersebut turut memperkenalkan Dian Sastrowardoyo dan Nicholas Saputra sebagai salah satu pasangan ikonik dalam perfilman Indonesia.
Pengalaman Rudi dalam menggarap cerita dengan unsur romansa menjadi modal tersendiri ketika dirinya kembali mengarahkan kisah cinta melalui Dan Bandung.
Kali ini, Rudi menggandeng aktor muda Samo Rafael yang memerankan Basil dan Shanna Shannon sebagai Elma.
Keduanya menjadi pasangan utama yang membawa penonton mengikuti perkembangan hubungan dua karakter dengan latar dan kehidupan yang berbeda.
Bagi Shanna Shannon, Dan Bandung juga memiliki arti khusus karena menjadi debutnya di layar lebar.
Kehadirannya bersama Samo Rafael menjadi salah satu hal yang menarik untuk dinantikan, terutama dalam melihat chemistry keduanya sebagai pasangan utama.
Dengan menggabungkan semesta cerita Pidi Baiq, suasana khas Kota Bandung, serta pengalaman Rudi Soedjarwo dalam menggarap film romantis, Dan Bandung menawarkan pendekatan tersendiri terhadap cerita cinta anak muda.
Film Dan Bandung dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 20 Agustus 2026.
Kehadirannya diharapkan dapat memberikan alternatif tontonan bagi penikmat film romantis sekaligus menghadirkan kisah baru dari semesta karya Pidi Baiq.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]