WAHANANEWS.CO, Jakarta - Jutaan akun milik masyarakat Indonesia ternyata masih diproteksi dengan kata sandi yang sangat mudah ditebak sehingga berisiko tinggi dibobol peretas, sementara kombinasi sederhana seperti "123456" masih menjadi pilihan favorit pengguna.
Kebiasaan memilih kata sandi yang mudah diingat masih banyak dilakukan karena dianggap lebih praktis dan tidak merepotkan ketika harus masuk kembali ke akun.
Baca Juga:
Mulai 30 September Google Setop Akses ke Aplikasi, Apa Dampaknya?
Akibatnya, aspek keamanan sering kali diabaikan meski kebiasaan tersebut justru membuka peluang besar bagi peretas untuk mengambil alih akun penting, mulai dari media sosial, marketplace, hingga aplikasi mobile banking.
Laporan tahunan bertajuk 200 Kata Sandi Paling Umum yang diterbitkan NordPass bersama NordStellar mengungkap bahwa password yang digunakan masyarakat Indonesia masih tergolong sangat lemah, Sabtu (25/7/2026).
Selama tujuh tahun sejak laporan itu pertama kali dirilis, memang terdapat sedikit perubahan tren penggunaan password, tetapi kebiasaan memilih kata sandi yang lemah masih terus bertahan.
Baca Juga:
Tak Perlu Risau, Ini Cara Mudah Mengatasi Lupa Password Email
Dalam edisi terbaru, peneliti juga menyoroti perbedaan pola penggunaan password berdasarkan kelompok generasi untuk mengetahui apakah usia memengaruhi tingkat keamanan akun.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan menggunakan kata sandi yang lemah tetap ditemukan pada hampir semua kelompok usia, mulai dari generasi muda hingga generasi yang lebih tua.
Laporan tersebut disusun bersama peneliti independen yang memiliki keahlian di bidang insiden keamanan siber.