Ia percaya bahwa kekuatannya bukan untuk disalahgunakan, melainkan sebagai alat untuk membantu sesama dan menegakkan keadilan.
Namun, kehadiran Superman tak selalu diterima dengan tangan terbuka.
Baca Juga:
Adaptasi “Wuthering Heights” 2026 Tembus Rp4,1 Triliun, Tawarkan Versi Ramah Disabilitas
Beberapa pihak, khususnya yang memiliki kepentingan politik, menganggap aksinya sebagai ancaman. Hal ini menimbulkan polemik global dan menempatkan Superman di tengah konflik antar negara.
Di tengah sorotan dan tekanan publik, muncul tokoh antagonis utama: Lex Luthor (diperankan oleh Nicholas Hoult), seorang taipan teknologi yang merasa posisinya tergeser karena popularitas Superman.
Dengan hasrat iri dan ambisi tersembunyi, Luthor berusaha menjatuhkan Superman dan menghilangkannya dari muka Bumi.
Baca Juga:
Joko Anwar Hadirkan Ghost in the Cell, Kisah Napi Hadapi Teror Hantu dan Ketidakadilan
Beruntung, Superman tidak sendiri. Ia didukung oleh kekasihnya, Lois Lane (diperankan oleh Rachel Brosnahan), yang juga menjadi rekan kerjanya di Daily Planet.
Selain itu, ia ditemani oleh anjing peliharaannya yang setia, Krypto, yang juga memiliki kekuatan super.
Film ini ditulis sekaligus disutradarai oleh James Gunn, yang sebelumnya sukses besar dengan trilogi Guardians of the Galaxy.