WAHANANEWS.CO, Jakarta - Berbekal seragam pramugari palsu dan identitas tak jelas, seorang perempuan muda nekat terbang dari Palembang ke Jakarta demi menjaga gengsi di hadapan keluarga.
Seorang perempuan berinisial KN (23) tertangkap mengenakan seragam menyerupai pramugari saat menumpang pesawat Batik Air rute Palembang (PLM)–Jakarta (CGK).
Baca Juga:
Wanita Mengaku Pramugari Batik Air Diperiksa Polisi Bandara Soetta, Ini Motifnya
Perempuan tersebut mengaku sebagai cabin crew Batik Air yang masuk ke area bandara melalui jalur fast track.
Aksi tersebut terekam kamera dan videonya diunggah oleh akun Instagram @jabodetabek24info.
Dalam rekaman itu, KN tampak mengenakan atribut lengkap pramugari, mulai dari seragam hingga kartu identitas sekolah pramugari yang mengatasnamakan Batik Air.
Baca Juga:
Nyaris Tergelincir, Batik Air Mendarat Miring di Tengah Hujan Deras
Meski tampil meyakinkan, unggahan tersebut menjelaskan bahwa KN membeli tiket sendiri sebagaimana penumpang umum sehingga dapat melewati proses boarding.
“Saat proses boarding, yang bersangkutan lolos karena memiliki boarding pass, namun ketika berada di dalam pesawat dan ditanya oleh crew aktif, jawabannya ngawur dan tidak sinkron dengan standar pramugari,” tulis keterangan dalam unggahan tersebut.
Kecurigaan terhadap KN muncul setelah pesawat mendarat di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta.
Petugas Aviation Security kemudian melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap perempuan tersebut.
Dalam pemeriksaan, KN kembali dimintai keterangan terkait identitas serta alasan mengenakan atribut pramugari.
Namun, KN tetap bersikeras mengaku sebagai pramugari Batik Air dan menunjukkan kartu identitas yang keasliannya diragukan.
Peristiwa tersebut selanjutnya dilaporkan ke Polresta Bandara Soekarno-Hatta untuk penanganan lebih lanjut.
Kasat Reskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta Kompol Yandri Mono mengungkapkan, KN mengaku pernah melamar menjadi pramugari Batik Air namun tidak lolos seleksi.
“Yang bersangkutan mengenakan baju maskapai dalam rangka supaya keluarganya percaya,” ujar Yandri Mono kepada wartawan, Rabu (7/1/2026).
Ia menjelaskan, rasa malu kepada keluarga di Palembang mendorong KN nekat berangkat ke Jakarta menggunakan seragam pramugari palsu agar terlihat telah bekerja.
Setibanya di bandara tujuan, KN mengaku kepada polisi berniat mengganti pakaian.
Namun rencana tersebut gagal dilakukan karena keterbatasan waktu sebelum keberangkatan.
“Jadi kalau pengakuannya dia sebenarnya setelah sampai Bandara di Palembang itu dia mau ganti, namun karena waktunya mepet sehingga dia naik pakai seragam itu ke pesawat sampai ke Bandara Soekarno-Hatta,” kata Yandri.
Dari hasil pemeriksaan, polisi menyatakan tidak ditemukan unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.
Pihak kepolisian juga tidak menemukan adanya pelanggaran hukum lain yang dilakukan KN.
Setelah dilakukan klarifikasi, Batik Air memilih tidak melanjutkan perkara ke jalur hukum.
“Batik Air tidak melakukan penuntutan, namun bersangkutan membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya dan menyita semua atribut Batik Air yang dipakai,” ucap Yandri.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]