WAHANANEWS.CO, Jakarta - Film Na Willa produksi Visinema Studios mencatatkan pencapaian positif di industri perfilman nasional.
Hingga Jumat, 27 Maret 2026, film ini telah ditonton lebih dari 520 ribu penonton di bioskop seluruh Indonesia.
Baca Juga:
Arifah Fauzi Apresiasi Sekolah Rakyat Ponorogo, Dinilai Efektif Bangun Generasi Masa Depan
Angka tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap film yang tidak hanya menyuguhkan hiburan, tetapi juga sarat dengan pesan kehidupan.
Lebih dari sekadar tontonan, Na Willa menghadirkan cerita yang mengajak penonton kembali mengingat sisi sederhana dalam diri manusia rasa ingin tahu terhadap hal-hal kecil yang kerap terlupakan seiring bertambahnya usia.
Nuansa hangat dan penuh makna ini menjadi daya tarik utama yang membuat film tersebut begitu membekas di hati penonton.
Baca Juga:
Konflik Global Memanas, Harga Minyak Dunia Diprediksi Tembus USD125 per Barel
Respons emosional pun datang dari berbagai kalangan, termasuk para aktor dan figur publik yang turut menyaksikan film ini.
Aktor El Putra Sarira mengaku sangat tersentuh hingga menitikkan air mata saat menonton.
Dia bahkan menyebut telah menyaksikan film tersebut sebanyak dua kali dan tetap merasakan emosi yang sama setiap kali menonton.
Baginya, kisah tentang proses pertumbuhan yang digambarkan melalui metamorfosis ulat menjadi kupu-kupu terasa sangat relevan dengan perjalanan hidupnya secara pribadi.
“Heartwarming sekali, saya sangat happy menontonnya dan bahkan sampai menangis," ujarnya.
El Putra mengaku serasa kembali ke masa kecilnya, dengan baca-baca di pasar dan melihat ayam-ayam kecil.
Kehangatan cerita Na Willa juga dirasakan oleh ratusan ribu penonton lainnya. Penampilan para aktor cilik seperti Luisa Adreena, Freya Mikhayla, Azamy Syauqi, dan Arsenio Rafisqy sukses mencuri perhatian.
Akting natural dan menggemaskan mereka bahkan membuat para penonton menjadikan keempatnya sebagai idola baru.
Pengalaman menyentuh juga dibagikan oleh seorang pengguna X dengan akun @ppwiyoon yang menonton film tersebut bersama ibunya yang berprofesi sebagai guru PAUD.
Ia menceritakan bahwa sang ibu beberapa kali tersenyum melihat tingkah laku para karakter anak yang dinilai sangat realistis.
Dalam salah satu adegan yang berlatar taman kanak-kanak, sang ibu merasa apa yang ditampilkan di layar begitu dekat dengan kesehariannya sebagai pengajar.
Kedekatan antara cerita film dan realitas kehidupan ini menjadi salah satu kekuatan utama yang membuat Na Willa terasa hidup dan relatable bagi banyak orang.
Sejumlah figur publik lainnya juga turut memberikan apresiasi terhadap film ini. Nama-nama seperti Devano Danendra, Eva Celia, dan Baila Fauri mengungkapkan kesan positif mereka.
Eva Celia mengaku terharu hingga menangis, sementara Devano bahkan menyebut Na Willa sebagai salah satu film terbaik sepanjang masa.
Pujian juga datang dari sutradara ternama Riri Riza yang mengapresiasi karya sutradara Ryan Adriandhy dalam mengadaptasi cerita ini ke layar lebar.
Menurutnya, film tersebut tidak hanya unggul dari sisi cerita, tetapi juga mampu membangun kedekatan emosional yang kuat dengan penonton.
“Novel Na Willa adalah buku yang khusus dan istimewa," ujarnya.
"Ketika Ryan memfilmkannya, dia tidak hanya istimewa melalui cara berceritanya, tetapi juga kedekatannya dengan perasaan."
Sebagai salah satu film yang tayang pada momen Lebaran, Na Willa berhasil memadukan unsur hiburan dan nilai-nilai kehidupan dalam satu sajian yang menyentuh.
Hingga saat ini, film tersebut masih dapat disaksikan di berbagai jaringan bioskop di Indonesia dan terus menarik minat penonton dari berbagai kalangan usia.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]